RADAR BOGOR - Nama Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, kembali menjadi perhatian publik.
Setelah sempat dicari oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Direktur Jenderal Imigrasi tersebut akhirnya menyerahkan diri dan menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Pada Kamis, 4 Juni 2026, Silmy Karim resmi ditahan usai diperiksa sepanjang malam oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut.
Baca Juga: Tiga Kios di Pasar Tohaga Parung Bogor Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta
Momen penahanannya menjadi sorotan karena beriringan dengan terungkapnya total harta kekayaan yang dimilikinya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Kekayaan Silmy Karim Capai Rp234,5 Miliar
Berdasarkan data LHKPN yang dipublikasikan KPK, Silmy Karim tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp234.596.795.910 atau sekitar Rp234,5 miliar.
Porsi terbesar kekayaannya berasal dari aset properti berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp184.024.640.000.
Terdapat 11 bidang tanah dan bangunan yang dilaporkan, dengan lokasi tersebar di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Selain properti, Silmy Karim juga memiliki berbagai aset lain yang nilainya cukup besar.
Harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp11.390.000.000, sementara kepemilikan surat berharga mencapai Rp8.695.320.000.
Adapun aset kas dan setara kas yang dimilikinya mencapai Rp31.007.358.544, menjadikannya salah satu komponen terbesar dalam laporan kekayaan tersebut.
Koleksi Kendaraan Mewah dan Klasik Bernilai Rp8,47 Miliar
Tak hanya properti, koleksi kendaraan Silmy Karim juga menjadi perhatian.
Total nilai tujuh kendaraan yang dilaporkan mencapai Rp8.475.000.000.
Dalam laporan tersebut, Silmy Karim tercatat memiliki dua unit sepeda motor Harley-Davidson masing-masing keluaran tahun 2003 dan 1998 dengan nilai masing-masing Rp450 juta.
Untuk kendaraan roda empat, terdapat Jeep CJ7 tahun 1988 senilai Rp275 juta, Mercedes-Benz 280E tahun 1979 senilai Rp500 juta, Toyota Land Cruiser tahun 1981 senilai Rp350 juta, serta Jeep Wrangler tahun 1996 senilai Rp450 juta.
Kendaraan dengan nilai tertinggi dalam daftar tersebut adalah Mercedes G63 produksi tahun 2022 yang ditaksir mencapai Rp6 miliar.
Seluruh kendaraan tersebut dilaporkan berasal dari hasil usaha atau penghasilan pribadi.
Karier Panjang Silmy Karim di BUMN dan Pemerintahan
Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim memiliki rekam jejak panjang di lingkungan BUMN dan pemerintahan.
Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero) sebelum kemudian memimpin PT Krakatau Steel sebagai Direktur Utama.
Pada tahun 2023, Silmy Karim ditunjuk menjadi Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Karier yang panjang di berbagai posisi strategis tersebut membuat namanya dikenal luas di kalangan birokrasi maupun dunia industri nasional.
Keluar dari Ruang Pemeriksaan dengan Rompi Oranye
Pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis pagi, 4 Juni 2026, Silmy Karim keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 08.38 WIB.
Ia terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye khas KPK dan berjalan bersama tujuh orang lainnya yang juga menjalani proses hukum.
Saat digiring penyidik menuju lokasi penahanan, kedua tangan Silmy Karim tampak telah diborgol.
Di bawah pengawalan ketat penyidik KPK, mantan Dirjen Imigrasi tersebut lebih banyak menundukkan kepala dan tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang menunggu di area gedung KPK.
Penahanan Silmy Karim menambah daftar pejabat tinggi negara yang harus berhadapan dengan proses hukum di KPK.
Perkembangan kasus yang menjerat Wamen Imipas tersebut diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu ke depan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim