Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Indonesia Kecam Rencana Israel Kuasai 70 Persen Gaza, Menlu Soroti Langkah Ilegal

Yosep Awaludin • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:34 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono
Menteri Luar Negeri Sugiono

RADAR BOGOR – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sikap tegas dengan mengecam rencana Israel yang disebut akan memperluas pendudukan hingga mencakup sekitar 70 persen wilayah Gaza.

Indonesia menilai langkah tersebut sebagai tindakan ilegal yang bertentangan dengan hukum internasional dan upaya perdamaian dunia.

Pernyataan tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan yang berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 3 Juni 2026.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten menolak rencana perluasan pendudukan tersebut, karena dinilai merusak prospek solusi dua negara yang selama ini menjadi dasar penyelesaian konflik Palestina.

“Posisi Indonesia tetap jelas, kami menolak dan mengecam langkah tersebut. Dalam pertemuan itu juga ditegaskan bahwa tindakan Israel ini merupakan pelanggaran dan tidak sesuai dengan upaya perdamaian,” ujarnya di Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa Indonesia tetap berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui pendekatan solusi dua negara sebagai jalan utama penyelesaian konflik yang berlarut-larut.

Baca Juga: Demi Aktivasi Rute K3 dan K4, Subsidi Biskita Transpakuan Dua Koridor Ini Bakal Dialihkan

“Yang paling penting adalah Palestina harus merdeka dalam kerangka dua negara. Itu menjadi garis besar sikap Indonesia,” lanjutnya.

Kunjungan Menlu Turki ke Indonesia juga dimanfaatkan untuk membahas upaya mempercepat perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya situasi di Gaza yang hingga kini masih mengalami eskalasi konflik.

Sugiono menyebut bahwa dinamika konflik global, termasuk ketegangan di beberapa wilayah lain, telah menggeser perhatian dunia dari isu utama Palestina.

Karena itu, Indonesia mendorong agar fokus internasional kembali diarahkan pada penyelesaian konflik di Gaza.

“Kami ingin perhatian dunia kembali ke Palestina dan Gaza. Dengan berbagai konflik yang terjadi, isu ini jangan sampai terpinggirkan. Perlu ada langkah konkret untuk penyelesaiannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan atas dukungan dalam proses pemulangan sembilan WNI yang sebelumnya terlibat misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Indonesia dan Turki disebut memiliki pandangan yang sejalan dalam mendorong perdamaian dunia.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Telur MBG Harus Utuh, Larang Disajikan Dadar. Soroti Porsi Ayam Dipotong Kecil!

Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan berperan dalam diplomasi global.

Menlu Sugiono menegaskan bahwa kondisi dunia yang tengah dipenuhi berbagai konflik menuntut Indonesia untuk terus aktif dalam upaya perdamaian internasional melalui pendekatan diplomasi yang lebih fleksibel dan adaptif.

“Banyak konflik terjadi di berbagai wilayah dunia. Indonesia tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong perdamaian dan stabilitas global,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Menteri Luar negeri #indonesia #gaza