RADAR BOGOR - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan, untuk memprioritaskan pembenahan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah beroperasi sebelum membuka peluang pembangunan dapur baru.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan program berjalan lebih efektif sekaligus memperluas jangkauan layanan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan, saat ini jumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi mencapai lebih dari 27 ribu unit.
Baca Juga: Buruan Cek PIP Lewat HP, Bantuan Pendidikan Termin 2 Kini Terpantau Kembali Cair Awal Juni 2026
Di tengah tingginya minat masyarakat dan berbagai pihak untuk bergabung dalam program tersebut, BGN memilih melakukan penataan terlebih dahulu terhadap fasilitas yang sudah ada.
BGN Prioritaskan Penataan Dapur yang Sudah Berjalan
Dalam konferensi pers yang digelar di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026), Nanik menjelaskan, lembaganya menerima banyak permohonan pendaftaran untuk pembangunan dapur MBG baru.
Namun, sebelum membuka kembali pendaftaran, BGN ingin memastikan seluruh dapur yang telah beroperasi bekerja secara optimal dan sesuai kebutuhan di setiap wilayah.
Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk melihat kapasitas layanan di tingkat kecamatan.
Jika jumlah dapur yang ada dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, maka penambahan unit baru belum menjadi prioritas.
"Kami akan beresin dulu ini, misalnya di satu kecamatan ini cukup kok 6 saja, sudah ya enam saja," ungkapnya kepada wartawan.
Pendekatan tersebut dilakukan agar distribusi sumber daya dan anggaran dapat berjalan lebih efisien serta tidak terjadi penumpukan fasilitas di wilayah tertentu.
Wilayah 3T Jadi Fokus Utama Pengembangan Program
Di balik keputusan menahan ekspansi dapur baru, terdapat agenda yang lebih besar yang sedang disiapkan BGN.
Nanik mengungkapkan bahwa masih banyak daerah 3T yang belum tersentuh secara optimal oleh program MBG.
Baca Juga: Jalur Menuju Rumah Presiden Prabowo di Bogor Akan Dihiasi Mural Tokoh Pahlawan Nasional
Karena itu, perhatian pemerintah kini diarahkan untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil juga mendapatkan akses yang sama terhadap program peningkatan gizi nasional tersebut.
Ia menyebutkan bahwa arahan Presiden menekankan pentingnya memperluas jangkauan layanan ke daerah-daerah yang selama ini belum terlayani dengan baik.
Oleh sebab itu, BGN memilih memfokuskan tenaga dan sumber daya yang ada untuk mempercepat implementasi program di kawasan 3T.
Strategi Baru untuk Pemerataan Layanan Gizi Nasional
Kebijakan penataan ulang dapur MBG menjadi bagian dari strategi BGN dalam meningkatkan efektivitas program secara nasional.
Dengan melakukan evaluasi terhadap ribuan dapur yang telah beroperasi, pemerintah berharap kualitas layanan dapat terjaga sekaligus mendorong pemerataan manfaat program hingga ke wilayah paling terpencil.
Langkah tersebut juga menjadi sinyal, pengembangan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah fasilitas, tetapi juga memastikan setiap dapur mampu memberikan layanan yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui strategi ini, BGN menargetkan pelaksanaan program dapat berjalan lebih terukur, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat di seluruh Indonesia. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim