Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bulog Gelontorkan Beras SPHP, Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta KPM Dipercepat

Dede Supriadi • Minggu, 7 Juni 2026 | 15:59 WIB
Bulog menyiapkan beras SPHP dan bantuan pangan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan guna menjaga stabilitas harga beras dan daya beli warga.(Dok. Perum Bulog)
Bulog menyiapkan beras SPHP dan bantuan pangan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan guna menjaga stabilitas harga beras dan daya beli warga.(Dok. Perum Bulog)

RADAR BOGOR - Perum Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras sekaligus meningkatkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai wilayah di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat masyarakat serta menjamin ketersediaan pasokan pangan di berbagai daerah.

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna merespons perkembangan harga beras yang terjadi di beberapa wilayah. Salah satu fokus utama saat ini adalah mempercepat penyaluran bantuan pangan dan mengoptimalkan distribusi beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.

Menurut Ahmad Rizal, hingga awal Juni 2026 persediaan beras yang berada dalam pengelolaan BULOG mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk mendukung pelaksanaan bantuan pangan, penyaluran beras SPHP, serta berbagai program intervensi pemerintah yang bertujuan menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras secara nasional.

Baca Juga: Peringati HJB ke 544, Budayawan Bogor Gelar Babakti Tugu Kujang

Data per 6 Juni 2026 menunjukkan realisasi distribusi bantuan pangan beras telah mendekati 60 persen dari target yang ditetapkan. Program tersebut telah menjangkau hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total sasaran nasional sebanyak 33,2 juta KPM.

Targetkan Bantuan Tersalurkan sampai Akhir Juni 2026

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan secara tuntas hingga akhir Juni 2026. Percepatan distribusi ini diharapkan mampu membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengurangi tekanan kenaikan harga beras yang dirasakan konsumen.

Selain menjalankan program bantuan pangan, BULOG juga memperluas jangkauan distribusi beras SPHP melalui berbagai saluran resmi. Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, kios pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pedagang pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau, karena itu penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dirasakan secara merata,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Ahmad Rizal menegaskan bahwa beras SPHP memiliki peran penting sebagai instrumen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, percepatan dan perluasan distribusi terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan bahwa sinergi antara bantuan pangan dan penyaluran beras SPHP menjadi strategi yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasar. Dengan dukungan stok yang mencukupi serta jaringan distribusi yang luas, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras nasional.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal memastikan bahwa cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG berada dalam kondisi aman dan siap dimanfaatkan kapan saja guna mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

Di tingkat daerah, Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Bogor, Dadan Irawan, juga memastikan kondisi persediaan pangan di wilayah Bogor saat ini berada dalam keadaan terkendali. BULOG Kantor Cabang Bogor tercatat mengelola stok pangan sebanyak 11,2 juta kilogram yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.

Dadan menyampaikan bahwa seluruh komoditas yang tersimpan di gudang BULOG dipelihara melalui proses pengawasan dan pengelolaan sesuai standar sehingga kualitasnya tetap terjaga dengan baik.

Selain menjaga ketersediaan stok, BULOG Kancab Bogor juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP dan mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Hingga saat ini, realisasi distribusi bantuan pangan di wilayah kerja BULOG Bogor telah mencapai sekitar 55 persen dari target sebanyak 850.072 Keluarga Penerima Manfaat. Capaian tersebut terus didorong agar seluruh sasaran dapat menerima bantuan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dadan menegaskan bahwa BULOG akan terus memastikan proses distribusi berlangsung lancar sehingga manfaat program bantuan pangan maupun beras SPHP dapat dirasakan masyarakat secara optimal sekaligus membantu menjaga kestabilan harga beras di pasaran.

“BULOG akan terus memastikan distribusi berjalan lancar agar manfaat bantuan pangan dan beras SPHP dapat dirasakan masyarakat serta membantu menjaga stabilitas harga beras di pasaran,” kata Dadan.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#SPHP #bulog #kpm #beras