RADAR BOGOR - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membantah keterlibatan dirinya dalam pusaran kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyeret mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN)
Nama mantan Wali Kota Bogor itu sebelumnya beredar di media sosial dan informasi itu salah satunya mencantumkan nama Bima Arya dalam pusaran kasus dugaan korupsi MBG.
Bima menjelaskan dalam Kepres Nomor 28 tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan MBG, diatur beberapa tugas dan kewenangan dari Kemendagri.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa salah satu tugas Kemendagri adalah memfasilitasi penyelesaian kendala dan hambatan MBG bersama pemerintah daerah (pemda) dan BGN.
Baca Juga: Pengendara di Bogor Keluhkan Harga BBM Pertamax Naik, Kaget Tiba-Tiba Harganya Meroket
“Saya berkordinasi dengan pimpinan BGN dan kepala daerah untuk menyelesaikan persoalan lapangan, termasuk masalah di titik terpencil,” jelas Bima Arya kepada Radar Bogor.
Bima menegaskan, tidak ada kepentingan pribadi selama dirinya berkoordinasi dengan BGN, apalagi kepemilikannya dalam dapur MBG atau SPPG.
“Saya hanya bertemu dan berkordinasi dengan pimpinan BGN di rapat kordinasi resmi dan tidak pernah bertemu selain rapat kordinasi resmi,” terang Bima.
Politikus PAN itu turut mempertanyakan data yang mencatut namanya dalam pusaran kasus MBG dan meminta agar semua bisa mengikuti proses hukum.
“Tidak jelas juga darimana sumber-sumber nama itu, kita ikuti saja proses hukum dari persoalan itu agar semua jadi terang benderang,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati