Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kapolri Aktifkan Satgas Anti Mafia Bola Jelang Piala Dunia 2026, Fokus Berantas Aktivitas Ilegal 

Yosep Awaludin • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:20 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengaktifkan Satgas Anti Mafi Bola jelang Piala Dunia 2026.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengaktifkan Satgas Anti Mafi Bola jelang Piala Dunia 2026.

RADAR BOGOR – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi meningkatnya praktik perjudian dan berbagai pelanggaran hukum yang kerap muncul, seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang Piala Dunia 2026.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, euforia Piala Dunia 2026 tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk menjalankan aktivitas ilegal yang dapat merugikan masyarakat maupun mencederai nilai-nilai olahraga.

Menurutnya, Polri memandang perlu menghidupkan kembali Satgas Anti Mafia Bola sebagai instrumen pengawasan sekaligus penegakan hukum selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.

"Kami akan kembali mengoperasikan Satgas Anti Mafia Bola agar pelaksanaan Piala Dunia 2026 tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan berbagai bentuk pelanggaran hukum," ujar Listyo Sigit kepada wartawan, Rabu 10 Juni 2026.

Ia menekankan, Piala Dunia merupakan momentum yang seharusnya menjadi hiburan sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Baca Juga: Ibu dan Anak di Depok Luka-Luka Usai Pergoki Perampok yang Satroni Rumahnya, Polisi Buru Pelaku

Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menikmati pertandingan dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kapolri mengajak masyarakat untuk mendukung dan menyaksikan pertandingan dengan cara yang positif tanpa terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan hukum.

"Mari jadikan Piala Dunia 2026 sebagai tontonan yang menyenangkan dan penuh semangat sportivitas. Nikmati setiap pertandingan dengan cara yang sehat dan sesuai aturan," katanya.

Lebih lanjut, Listyo Sigit mengingatkan bahwa praktik perjudian dapat merusak esensi olahraga yang menjunjung tinggi fair play.

Selain berpotensi memicu tindak pidana, perjudian juga dapat menimbulkan dampak sosial yang merugikan masyarakat.

Menurutnya, semangat kompetisi yang sehat harus tetap menjadi fokus utama selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Oleh karena itu, Polri akan meningkatkan pengawasan terhadap berbagai potensi pelanggaran yang berkaitan dengan ajang tersebut.

"Jangan sampai semangat sportivitas yang menjadi nilai utama dalam olahraga justru ternodai oleh praktik-praktik yang melanggar hukum, termasuk aktivitas perjudian," tuturnya.

Dengan kembali diaktifkannya Satgas Anti Mafia Bola, Polri berharap gelaran Piala Dunia 2026 dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan memberikan hiburan positif bagi masyarakat Indonesia. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Anti Mafia Bola #kapolri #piala dunia 2026