RADAR BOGOR – Sekitar 300 mahasiswa Institut Pertanian Bogor atau IPB University turut meramaikan aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juni 2026.
Kehadiran mahasiswa IPB University di Bundaran HI Jakarta disebut sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menyatakan bahwa situasi saat ini telah memicu kekecewaan luas di tengah masyarakat.
“Bukan hanya mahasiswa IPB, tetapi seluruh rakyat Indonesia memiliki alasan untuk merasa kecewa dan marah terhadap kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (12/6/2026).
Menurut Abdan, berbagai persoalan seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah menjadi faktor yang semakin menambah beban masyarakat. Dampaknya, kata dia, dirasakan langsung oleh rakyat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami turun ke jalan bukan sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan pesan bahwa keresahan masyarakat sudah semakin besar,” tegasnya.
Baca Juga: Tamu Hotel Nginap Lebih Lama di Kota Bogor
Ia menjelaskan, tuntutan yang dibawa mahasiswa IPB merupakan bagian dari hasil konsolidasi nasional bersama berbagai elemen mahasiswa dari sejumlah daerah.
Beberapa poin yang disuarakan antara lain penolakan terhadap pemborosan anggaran negara serta desakan agar pemerintah mengevaluasi sejumlah program yang dinilai membebani APBN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
“Hari ini sekitar 300 mahasiswa IPB ikut turun aksi. Ini menjadi bentuk eskalasi gerakan yang lahir dari proses diskusi, konsolidasi, dan penguatan isu, baik di tingkat kampus maupun nasional,” katanya.
Baca Juga: Pariwisata Kota Bogor Bergairah, Ada 1 Kelompok yang Turun
Abdan juga mengungkapkan bahwa perjalanan menuju lokasi aksi tidak berjalan sepenuhnya lancar. Rombongan mahasiswa yang berangkat menggunakan bus sempat menghadapi sejumlah hambatan, termasuk adanya pengalihan dan blokade di beberapa titik perjalanan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukan menjadi akhir dari gerakan mahasiswa.
“Ini bukan gerakan terakhir. Justru menjadi langkah awal bagi mahasiswa IPB untuk terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Melalui aksi tersebut, mahasiswa juga meminta Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang menuai kritik dari masyarakat.
“Kami berharap pemerintah melakukan refleksi dan evaluasi agar kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga