Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Panen Cabai di HSS, Wamenko Pangan Sebut Komoditas Ini Jadi Kunci Pengendalian Inflasi

Yosep Awaludin • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:05 WIB
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat panen cabai di Hulu Sungai Selatan, inflasi Kalimantan Selatan.
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat panen cabai di Hulu Sungai Selatan, inflasi Kalimantan Selatan.

RADAR BOGOR – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya menjaga produksi dan distribusi cabai sebagai upaya mengendalikan inflasi di Kalimantan Selatan. 

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen cabai bersama Kelompok Tani (Poktan) Gawi Bersama di Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin 15 Juni 2026 sore.

Kegiatan panen cabai tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN). 

Tujuannya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis di berbagai daerah.

Wamenko Pangan Panen Cabai Bersama Poktan Gawi Bersama

Dalam kunjungan tersebut, Hanif Faisol Nurofiq didampingi oleh Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor, Wakil Bupati H. Suriani, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kabupaten HSS, serta sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Kepala Bappeda Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, hingga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Baca Juga: Distribusi Bansos Pangan Beras dan Minyak Rampung Sepenuhnya 30 Juni 2026, KPM Buruan Ambil di Kantor Pos Sesuai Jadwal

Cabai Disebut Berpengaruh Besar terhadap Inflasi

Hanif menilai cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan inflasi di Kalimantan Selatan.

Karena itu, daerah sentra produksi seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pasokan di pasar.

Menurutnya, kontribusi petani cabai di HSS sangat penting dalam membantu menjaga kestabilan harga sehingga gejolak inflasi dapat ditekan.

"Cabai menjadi salah satu komoditas yang cukup besar pengaruhnya terhadap inflasi di Kalimantan Selatan. Karena itu, peran Hulu Sungai Selatan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga sangat berarti," ujar Hanif.

Harga Cabai Berubah Cepat, Rantai Pasok Harus Dijaga

Hanif menjelaskan bahwa harga cabai termasuk komoditas yang sangat dinamis dan dapat mengalami perubahan dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut membutuhkan sistem distribusi yang tertata dengan baik dari tingkat petani hingga konsumen.

Ia menekankan pentingnya pengawasan informasi harga secara berkelanjutan agar seluruh pelaku dalam rantai pasok memperoleh manfaat yang seimbang.

"Pergerakan harga cabai sangat cepat, bahkan bisa berubah dalam hitungan jam. Oleh sebab itu, informasi dari hulu hingga hilir perlu dipantau bersama agar distribusi berjalan lancar dan petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak," katanya.

Budidaya Cabai Butuh Perawatan Intensif

Selain membahas aspek distribusi dan harga, Hanif juga menyoroti tantangan dalam budidaya cabai.

Menurutnya, tanaman cabai memerlukan perhatian khusus karena cukup sensitif terhadap perubahan cuaca.

Baca Juga: Toyota Agya 2026 Tampil Makin Sporty, Intip Spesifikasi dan Prediksi Harganya

Curah hujan yang tinggi, misalnya, dapat memengaruhi produktivitas tanaman sehingga dibutuhkan ketelatenan dan pengelolaan yang baik selama masa tanam.

"Budidaya cabai membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Tanaman ini cukup rentan terhadap kondisi cuaca, terutama ketika intensitas hujan tinggi," ungkapnya.

Desa Tawia Diusulkan Masuk Program KSPEAN

Desa Tawia menjadi salah satu kawasan yang diusulkan masuk dalam program KSPEAN. Pemerintah merencanakan pengembangan lahan cabai seluas 20 hektare di wilayah tersebut.

Saat ini, sekitar 5 hektare lahan telah dimanfaatkan oleh Poktan Gawi Bersama untuk budidaya cabai dan memasuki masa panen.

Pengembangan kawasan pertanian cabai ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, ketersediaan pasokan cabai yang berkelanjutan juga diyakini dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kalimantan Selatan.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, sentra produksi cabai di Hulu Sungai Selatan diharapkan terus berkembang sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#cabai #kalimantan selatan #Hanif Faisol