Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Presiden Prabowo Subianto Ungkap Alasan Menutup 240 Perusahaan BUMN

Asep Suhendar • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Munas Konbes NU 2026. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto di Munas Konbes NU 2026. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

RADAR BOGOR - Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Munas Konbes NU tahun 2026 cukup menyita perhatian. 

Salah satu yang dibahas oleh Prabowo Subianto dalam pidatonya tersesbut yaitu berkaitan dengan penutupan sejumlah perusahaan milik BUMN.

Prabowo Subianto mengatakan bahwa ia awalnya tidak tahu kalau perusahaan milik BUMN tersebut jumlahnya sangat banyak, yaitu mencapai lebih dari seribu perusahaan.

Baca Juga: Biar Gak Boncos di Jalan! Ini 5 Tips Jitu Persiapan Motor dan Outfit Riding untuk Touring

"Saya kira perusahaan BUMN itu jumlahnya tiga ratus, waktu saya jadi presiden saya tahu jumlahnya seribu lebih," kata Prabowo, dukutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden. 

Presiden Republik Indonesia yang ke-8 itu lantas mengatakan bahwa ia sudah menutup lebih dari 200 perusahaan setelah ia terpilih menjadi pemimpin negera ini. 

Prabowo kemudian mengungkapkan di balik keputusan tegasnya menutup perusahaan-perusahaan milik BUMN tersebut, yaitu karena semua mengalami kerugian.

Baca Juga: 6 Kendaraan Kecelakaan Beruntun di Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Ada Korban Luka

"Sudah 240 yang kita tutup, gak ada yang untung rugi terus," ucap Prabowo Subianto.

Mendenger apa yang disampaikan oleh Prabwowo tidak sedikit peserta Munas yang tertawa dan memberikan tepuk tangan. 

Mantan suami Titiek Soeharto itu mengatakan bahwa rencanya ia akan menutup kurang lebih 700 perusahaan BUMN yang dinilai bermasalah.

"Kalau gak salah ujungnya kita akan menutup delapan ratus lebih perusahaan negara, minimal tujuh ratus lah" ujarnya.

Baca Juga: Rumor Transfer Liga 1, Persija Incar Gelandang Jepang Kyohei Yoshino

Tidak berhenti sampai di situ, Prabowo Subianto juga menyoroti gaji yang diterima oleh komisaris-komisaris BUMN tersebut yang menurutnya sangat tinggi. 

"Sudah rugi minta bonus lagi. Saudara-saudara sudah kita tutup, kita menghemat triliunan hanya dari nutup perusahaan-perusahaan yang gak bener," tandasnya.***

Editor : Asep Suhendar
#perusahaan #prabowo subianto #bumn