RADAR BOGOR - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Indonesia di tingkat internasional. Harlan Bengardi resmi terpilih sebagai President-Elect Asian Pest Management Association (APMA) untuk periode 2028–2030, sebuah posisi strategis yang membuka peluang lebih besar bagi industri pengendalian hama nasional untuk berkembang di kancah global.
Penetapan Harlan Bengardi dilakukan dalam rangkaian agenda pergantian kepemimpinan APMA yang baru saja digelar.
Bukan hanya pemilihan Harlan Bengardi, kepemimpinan APMA periode 2026–2028 juga resmi beralih dari Suchart Lee asal Thailand kepada Sivakumar Somasundaram dari India melalui mekanisme pemungutan suara.
Baca Juga: Kades Ciaro Ungkap Sosok Taufik Hidayat Kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Bersamaan dengan proses tersebut, APMA juga menetapkan susunan kepemimpinan berikutnya guna memastikan keberlanjutan program organisasi.
Sebagai President-Elect, Harlan Bengardi akan mendampingi presiden aktif selama dua tahun ke depan sebelum resmi menjabat sebagai Presiden APMA pada 2028.
APMA merupakan organisasi regional yang menaungi industri pengendalian hama profesional dan urban entomology di kawasan Asia-Pasifik.
Organisasi ini berperan aktif dalam pengembangan teknologi, edukasi, standardisasi industri, hingga memperkuat kolaborasi antarnegara.
Baca Juga: Menutup Defisit JKN Tanpa Membebani Peserta dan Mengurangi Hak Masyarakat
Berbagai program strategis terus dijalankan APMA, mulai dari penyelenggaraan konferensi internasional, pertukaran inovasi teknologi, penguatan regulasi dan standar keselamatan, hingga membangun jejaring bisnis lintas negara bagi pelaku industri pest management.
Menanggapi kepercayaan tersebut, Harlan Bengardi mengaku bangga dapat membawa nama Indonesia ke posisi penting dalam organisasi regional tersebut.
“Saya merasa terhormat mendapat amanah ini. Industri pengendalian hama di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Melalui kolaborasi di tingkat Asia-Pasifik, kita dapat saling berbagi pengetahuan, teknologi, dan pengalaman untuk meningkatkan profesionalisme industri di Tanah Air,” ujarnya.
Baca Juga: Sawah Jadi Cuan, Anak Muda Cibungbulang Bogor Mulai Lirik Dunia Pertanian
Keterpilihan Harlan dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk semakin aktif dalam perkembangan industri pest management global.
Selain membuka akses terhadap inovasi terbaru, kehadirannya di jajaran pimpinan APMA juga diharapkan mampu memperkuat peran Indonesia dalam mendukung kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta ketahanan pangan di kawasan Asia-Pasifik.
Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan industri pengendalian hama yang modern, profesional, dan berstandar internasional.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga