Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tiket Kereta dan Pesawat Diskon, 150.000 Peserta Siap Ikut Magang Nasional Angkatan 2

Eli Kustiyawati • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli (kiri) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan). (Foto: YouTube PerekonomianRI)
Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli (kiri) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan). (Foto: YouTube PerekonomianRI)

RADAR BOGOR - Dua program stimulus ekonomi yang paling langsung dirasakan masyarakat dari paket kebijakan ekonomi semester kedua 2026 adalah diskon transportasi selama musim liburan dan perluasan program magang nasional.

Keduanya diumumkan bersamaan dalam konferensi pers yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip dari YouTube PerekonomianRI pada 26 Juni 2026.

Diskon 30% Tiket Kereta dan Gratis Pelabuhan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi merinci paket insentif transportasi untuk dua momentum besar.

Baca Juga: Menjelang PKH BPNT Tahap 3, Jutaan KPM Dicoret dari Bansos, Ini Alasannya

Untuk periode libur sekolah, pemerintah memberikan diskon 30% tiket kereta api periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, diskon 30% tarif dasar kapal Pelni periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026, serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Total anggaran untuk periode ini Rp90,5 miliar dengan target 3 juta penumpang.

Subsidi PPN DTP 100% untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi juga diberikan dengan anggaran Rp72,7 miliar untuk target 2,3 juta penumpang.

Untuk periode Nataru, diskon serupa diberikan dengan rincian diskon 30% tiket kereta api periode 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, diskon 30% tarif dasar kapal Pelni periode 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, serta gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP periode 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

Total anggaran Rp161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang. Subsidi PPN DTP 100% untuk penerbangan domestik kelas ekonomi kembali diberikan dengan anggaran Rp2 miliar untuk target 3,7 juta penumpang.

Baca Juga: Anggaran Rp26,34 Triliun untuk Bansos Stimulus Ekonomi Semester II 2026, Ini 8 Programnya

Total anggaran insentif transportasi untuk kedua periode tersebut mencapai Rp1,54 triliun.

Menanggapi pertanyaan media soal harga tiket pesawat yang masih dinilai mahal dibanding tahun lalu meski sudah beberapa kali mendapat insentif PPN DTP, pemerintah menyatakan masih fokus pada skema PPN DTP sambil mengkaji opsi insentif tambahan. Harga avtur juga disebut mendapat dukungan tersendiri dari pemerintah.

Magang Nasional Angkatan 2: 150.000 Peserta, Fokus PHK dan Lulusan Baru

Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli mengumumkan program magang nasional angkatan kedua tahun 2026 dengan target 150.000 peserta, ditambah pelatihan vokasi nasional untuk 220.000 peserta. Fokus utama adalah lulusan SMA dan SMK, serta 50.000 peserta dari kelompok yang terkena PHK.

Baca Juga: Status Bansos Belum Cair? Ini Panduan Lengkap Cek Penyaluran Berbagai Jenis Bantuan

Pengumuman ini sekaligus disertai pemaparan hasil evaluasi program magang angkatan pertama tahun 2025 yang melibatkan 102.600 peserta dan 8.048 perusahaan atau instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Dari evaluasi terhadap 65.245 responden peserta, 84% menyatakan puas dan sangat puas, sementara hanya 0,71% yang tidak puas. Sebanyak 67% peserta menyatakan program ini sangat membantu kondisi ekonomi keluarga mereka.

Dari sisi perusahaan, 84% penyelenggara menyatakan puas dan sangat puas terhadap kontribusi peserta magang. Kompetensi teknis peserta dinilai meningkat oleh 98,5% mentor dari awal hingga akhir program, mencakup aspek kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga literasi digital.

Baca Juga: Update Penyaluran 8 Jenis Bansos Juni 2026, Mana yang Sudah Cair dan Mana yang Belum? Cek di Sini

Terkait dampak terhadap rekrutmen, 30% perusahaan menawarkan pekerjaan kepada peserta setelah program selesai, 33% belum menawarkan namun ada indikasi positif, dan 37,6% tidak menawarkan pekerjaan. Sektor finansial, perdagangan besar, dan manufaktur menjadi tiga sektor dengan permintaan rekrutmen peserta magang tertinggi.

Program magang angkatan kedua dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Juli 2026 dengan detail timeline yang akan segera diumumkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Benefit peserta meliputi uang saku setara upah minimum, jaminan sosial ketenagakerjaan JKK dan JKM, pendampingan mentor dari perusahaan, serta sertifikasi kompetensi BNSP yang untuk angkatan kedua akan langsung dipaketkan dalam program magang.

"Benefit untuk peserta magang itu adalah uang saku secara upah minimum, kemudian jaminan sosial ketenagakerjaan JKK dan JKM," kata Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli.***

Editor : Eli Kustiyawati
#stimulus ekonomi #program magang nasional #diskon transportasi