Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Antrean Pelabuhan Ketapang Mulai Normal, ASDP Waspadai Lonjakan Arus Balik

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 27 Juni 2026 | 02:48 WIB
Arus kendaraan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi mulai normal, Jumat (26/6/2026).  (Fredy Rizki _ Radar Banyuwangi)
Arus kendaraan Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi mulai normal, Jumat (26/6/2026). (Fredy Rizki _ Radar Banyuwangi)

RADAR BOGOR - Setelah sempat mengalami kepadatan selama beberapa hari terakhir, arus kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, mulai kembali normal pada Jumat (26/6). 

Antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga lebih dari dua kilometer ke arah utara pelabuhan kini sudah tidak lagi terlihat.

Meski kondisi mulai terkendali, pengelola pelabuhan tetap meningkatkan kewaspadaan. 

Baca Juga: Bjb Jadi Bank dengan Layanan Terbaik Melalui Penghargaan INFOBANK-MRI 2026

Pasalnya, lonjakan kendaraan diperkirakan kembali terjadi saat puncak arus balik libur sekolah dalam beberapa hari mendatang.

ASDP Terapkan Strategi Tiba Bongkar Berangkat untuk Urai Kemacetan

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah menjelaskan, kondisi lalu lintas penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk telah berangsur normal. 

Menurutnya, masih terjadi peningkatan kendaraan dari arah Bali, tetapi antrean terakhir di Pelabuhan Gilimanuk hanya tersisa sekitar 600 meter.

Arief menerangkan, selama kepadatan berlangsung, ASDP bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) menerapkan skema operasional tiba bongkar berangkat (TBB) guna mempercepat penguraian antrean dari sisi Ketapang.

Melalui sistem tersebut, dua kapal melayani penyeberangan tanpa menunggu jadwal reguler. 

Setelah tiba di pelabuhan tujuan dan menurunkan muatan, kapal langsung kembali berlayar menuju Ketapang untuk mengangkut kendaraan berikutnya.

Selain dua kapal utama, sejumlah kapal yang beroperasi di Dermaga Landing Craft Machine (LCM) juga menjalankan pola TBB secara bergantian. 

Kebijakan itu dinilai efektif mempercepat distribusi kendaraan logistik yang sebelumnya mendominasi antrean di Pelabuhan Ketapang.

Fokus Antisipasi Gelombang Arus Balik Libur Sekolah

Arief mengatakan, saat ini ASDP mulai memusatkan perhatian pada gelombang awal arus balik, terutama kendaraan logistik dan wisatawan yang telah lebih dahulu menyeberang ke Bali selama masa libur sekolah.

Ia mengungkapkan, arus balik mulai terlihat sejak Jumat malam (26/6). 

Baca Juga: Bansos 2026 Gagal Cair Gegara Terindikasi Game Online Terlarang? Segera Lakukan Ini

Karena kondisi antrean telah kembali normal, kebijakan sistem TBB dari arah Ketapang kini sudah dihentikan dan operasional penyeberangan kembali menggunakan pola reguler.

BPTD Sebut Area Pelabuhan Sudah Tidak Padat

Sementara itu, Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satuan Pelayanan Pelabuhan Ketapang, Rahut Sianturi, memastikan situasi di dalam kawasan pelabuhan juga telah terkendali.

Rahut menjelaskan, kapasitas kendaraan yang berada di area pelabuhan hanya terisi sekitar 70 persen sehingga aktivitas bongkar muat dapat berjalan lebih lancar dibanding beberapa hari sebelumnya.

Ia menambahkan, setelah kondisi membaik, jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk juga disesuaikan. 

Jika sebelumnya sebanyak 29 kapal dikerahkan untuk mengurai kepadatan, pada Kamis (26/6) hanya 27 kapal yang melayani penyeberangan.

Menurut Rahut, penghentian sistem TBB dilakukan karena fokus operasional kini diarahkan pada percepatan proses bongkar muat agar kendaraan tidak kembali menumpuk.

Pelabuhan Gilimanuk Justru Mulai Dipadati Truk Logistik

Di sisi lain, kepadatan kini bergeser ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali. 

Antrean kendaraan logistik dilaporkan mengular sejak kawasan Terminal Cekik, Kabupaten Jembrana, sejak Rabu (25/6).

Akibat kepadatan tersebut, para sopir truk harus menunggu lebih dari 12 jam sebelum dapat menyeberang menuju Pulau Jawa.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Bogor Perkuat Sinergi Bersama Media, Sebarkan Kemudahan Layanan JKN

Salah seorang sopir logistik, Agus, berharap antrean segera terurai.

Menurutnya, waktu tunggu yang terlalu lama membuat konsumsi solar kendaraan meningkat, sementara pasokan bahan bakar mulai sulit diperoleh. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menambah beban operasional para pengemudi apabila kemacetan terus berlangsung. (fre/aif/ris)

Editor : Siti Dewi Yanti
#banyuwangi #pelabuhan gilimanuk #ketapang