RADAR BOGOR – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan transformasi besar terhadap Stasiun Gambir di Jakarta.
Tidak hanya mempercantik tampilan Stasiun Gambir, pemerintah juga akan mengintegrasikan layanan kereta rel listrik (KRL) dengan kereta api jarak jauh, sehingga mobilitas penumpang menjadi lebih praktis dalam satu kawasan.
Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi publik yang terintegrasi sekaligus menjadi langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, pengembangan Stasiun Gambir tidak sekadar menghadirkan wajah baru, tetapi juga memperluas fungsi stasiun sebagai salah satu simpul utama konektivitas transportasi di Indonesia.
"Ke depan, Stasiun Gambir tidak hanya melayani perjalanan kereta api jarak jauh, tetapi juga akan terintegrasi dengan layanan KRL sehingga masyarakat memiliki akses transportasi yang lebih mudah," ujar Dudy saat berbincang dengan awak media di Jakarta.
Menurut Dudy, transformasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Stasiun Gambir tampil lebih modern dan representatif sebagai salah satu gerbang transportasi nasional.
Baca Juga: Bansos Tahap 3 Segera Cair di KKS, KPM PKH dan BPNT Juga Berpeluang Dapat Rp5 Juta
Selain meningkatkan estetika bangunan, pengembangan ini juga diarahkan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi berbasis rel.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Perhubungan menunjuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pihak yang memimpin program beautifikasi sekaligus pengembangan operasional Stasiun Gambir.
Dengan perubahan tersebut, Stasiun Gambir nantinya diharapkan mampu melayani kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, baik untuk perjalanan komuter di kawasan Jabodetabek maupun perjalanan antarkota menggunakan kereta api jarak jauh.
Dudy menegaskan, hadirnya layanan KRL di Stasiun Gambir tidak akan menggeser posisi Stasiun Manggarai sebagai pusat jaringan KRL Jabodetabek.
Kedua stasiun justru akan saling melengkapi dalam mendukung sistem transportasi nasional.
"Integrasi ini akan mempermudah penumpang. Mereka yang datang menggunakan kereta jarak jauh bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan KRL, begitu pula sebaliknya, sehingga waktu perjalanan menjadi lebih efisien," jelasnya.
Untuk mendukung operasional tersebut, pemerintah juga akan menambah jalur rel agar layanan KRL dan kereta api jarak jauh dapat berjalan secara bersamaan tanpa mengganggu operasional masing-masing.
Meski demikian, jumlah perjalanan KRL yang nantinya berhenti di Stasiun Gambir masih akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi teknis dan kebutuhan operasional.
"Jumlah perjalanan KRL yang akan dilayani masih dalam tahap kajian. Yang pasti, Stasiun Gambir akan melayani dua jenis layanan, yakni kereta api jarak jauh dan KRL," kata Dudy.
Melalui transformasi tersebut, pemerintah menargetkan Stasiun Gambir menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan layanan komuter dan antarkota dalam satu kawasan transportasi terpadu.
Baca Juga: Mandiri di Masa Depan, Sakinah Finance Dorong Perencanaan Keuangan Anak Disabilitas Sejak Dini
Selain membuat perjalanan masyarakat semakin efisien, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono mengungkapkan bahwa PT KAI saat ini masih menyelesaikan tahap akhir penyusunan desain dan perencanaan proyek beautifikasi Stasiun Gambir.
"Saat ini proses finalisasi desain dan perencanaan masih berlangsung. Sesuai target yang disusun PT KAI, pembangunan diharapkan dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar dua tahun," ujar Allan.
Transformasi Stasiun Gambir menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sistem transportasi nasional yang semakin terintegrasi, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Program tersebut juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, memperkuat konektivitas antardaerah.
Dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sistem transportasi yang modern dan efisien. (***)
Editor : Yosep Awaludin