Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

3 Hal yang Wajib Dicek Warga Bogor Sebelum Beli Minuman Probiotik, Jangan Terkecoh Label Sehat!

Rani Puspitasari Sinaga • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:03 WIB
Ilustrasi minuman probiotik. Foto: Madu Vitummy
Ilustrasi minuman probiotik. Foto: Madu Vitummy

RADAR BOGOR – Minuman probiotik kerap dianggap selalu membuat kita sehat. Namun, Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University Bogor, Prof. Lilis Nuraida, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya dengan klaim pada kemasan. 

Ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan warga Bogor, sebelum membeli minuman probiotik untuk sehat, yakni kandungan gula, jenis mikroorganisme, dan jumlah probiotik dalam produk.

Menurut Prof. Lilis, minuman probiotik atau kandungannya, merupakan mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Baca Juga: Bupati Bogor Tegaskan Sinergi Polri dan Pemkab Jadi Kunci Jaga Keamanan pada HUT Bhayangkara ke-80 

Ia menegaskan, probiotik tidak membutuhkan gula sederhana untuk bekerja di saluran pencernaan. Gula dalam minuman probiotik umumnya hanya berfungsi sebagai penambah rasa.

Karena itu, konsumen disarankan mencermati kadar gula pada label agar tidak melebihi batas konsumsi harian.

Prof. Lilis juga menjelaskan perbedaan antara probiotik dan prebiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup, sedangkan prebiotik merupakan serat pangan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Jika keduanya terdapat dalam satu produk, maka disebut pangan sinbiotik.

Baca Juga: 9 Formasi Dosen Dibuka! FK UIKA dan RS UMMI Bogor Rekrut Tenaga Pengajar, Pendaftaran Ditutup 10 Juli

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk membaca informasi pada kemasan, termasuk jenis dan galur mikroorganisme serta jumlah sel hidup yang terkandung. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan, konsumsi probiotik sebaiknya mencapai sekitar 100 juta hingga 1 miliar sel hidup.

Meski demikian, menjaga kesehatan usus tidak cukup hanya dengan mengonsumsi minuman probiotik.

Pola makan bergizi seimbang yang kaya buah, sayuran, umbi-umbian, dan serealia utuh, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Depositkan Rp1 Miliar untuk Korban Taufik Hidayat, Dampingi sampai Sembuh

Prof. Lilis juga mengingatkan bahwa tidak semua makanan fermentasi otomatis mengandung probiotik, meskipun tetap memiliki manfaat berkat senyawa bioaktif yang terbentuk selama proses fermentasi.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#minuman probiotik #bogor #sehat