RADAR BOGOR - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta para pejabat yang baru dilantik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk segera mempercepat reformasi pelayanan di bidang ketenagakerjaan.
Arahan tersebut disampaikan setelah pelantikan pejabat tinggi madya, Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, pejabat administrator, serta pejabat pengawas yang berlangsung di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Menurut Yassierli, pembenahan layanan harus difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, perluasan kesempatan kerja yang inklusif, serta penguatan keterkaitan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri agar mampu menjawab tantangan pasar kerja.
Baca Juga: Prabowo Bakal Pangkas BUMN Besar-besaran, dari 1.077 Entitas Tinggal 250 Perusahaan
Ia menjelaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik telah melalui proses seleksi dan asesmen secara komprehensif. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pejabat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi sekaligus mampu mengemban tanggung jawab yang diberikan.
"Saudara telah mengucapkan sumpah jabatan, itu bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk memberikan yang terbaik bagi kementerian, negara, dan masyarakat," ujar Yassierli usai melantik para pejabat.
Yassierli menegaskan bahwa pengucapan sumpah jabatan bukan sekadar rangkaian seremoni, melainkan bentuk komitmen yang harus diwujudkan melalui integritas, dedikasi, dan kinerja nyata dalam melayani masyarakat.
Dalam arahannya, ia meminta Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) mempercepat penyempurnaan tata kelola pelayanan ketenagakerjaan.
Upaya tersebut meliputi peningkatan efektivitas layanan, penguatan peran pengantar kerja, serta perluasan akses terhadap peluang kerja yang lebih inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Yassierli juga mendorong balai perluasan kesempatan kerja agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja dan karakter generasi muda.
"Dibutuhkan jejaring yang lebih luas dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis agar semakin banyak peluang kerja yang dapat tercipta," jelas Menaker.
Menurutnya, balai tersebut tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi perlu dikembangkan menjadi pusat kolaborasi, inkubasi usaha, serta ruang lahirnya berbagai inovasi.
Ia menilai penguatan jejaring dan kerja sama dengan berbagai mitra strategis menjadi langkah penting untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Selain itu, Yassierli memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Kepada Direktur Politeknik Ketenagakerjaan yang baru, ia menekankan pentingnya mempererat hubungan antara institusi pendidikan dengan dunia industri melalui evaluasi kurikulum secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja serta mampu bersaing di tingkat global.
Di samping peningkatan kualitas sumber daya manusia, Yassierli menegaskan bahwa aspek perlindungan tenaga kerja tidak boleh diabaikan. Ia menyebut penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, sekaligus produktif sehingga dapat mendukung keberhasilan berbagai program ketenagakerjaan.
"K3 harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya kita menciptakan dunia kerja yang aman dan produktif," imbuhnya.
Menutup arahannya, Yassierli mengajak seluruh jajaran Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperkuat sinergi lintas unit kerja dan menghilangkan sekat antarsatuan organisasi.
Menurutnya, masyarakat menilai kinerja kementerian secara menyeluruh, sehingga kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan berkualitas.
Berikut daftar pejabat Kemenaker yang dilantik:
- Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi, M.Si. sebagai Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja.
- Dr. Agus Triyono, S.Si., M.Kes. sebagai Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik.
- Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi, Ph.D. sebagai Direktur Politeknik Ketenagakerjaan.
- Rahmat Parhimpunan Siregar, S.T, M.M. sebagai Kepala Bagian Umum Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan Ditjen Binalavotas.
- Taufik Hidayat Sitompul, S.H. sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Barenbang.