Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dunia Kerja Semakin Berubah, Menaker Minta Generasi Muda Kejar Keterampilan Masa Depan

Eka Rahmawati • Jumat, 3 Juli 2026 | 17:43 WIB
Menaker Yassierli hadir pada acara Peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. (Dok. Kemnaker)
Menaker Yassierli hadir pada acara Peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. (Dok. Kemnaker)

RADAR BOGOR - Perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan membawa perubahan besar terhadap pasar tenaga kerja. Kondisi tersebut menuntut peningkatan kompetensi dan keterampilan agar tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berkembang.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa generasi muda perlu terus mengembangkan kemampuan diri untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, termasuk AI, digitalisasi, dan otomatisasi.

Menurutnya, tantangan di sektor ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan tenaga kerja memiliki future skills yang relevan dengan kebutuhan industri di masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. 

Baca Juga: Menaker Yassierli Tagih Hasil, Pejabat Baru Diminta Tinggalkan Pola Kerja Seremonial

Dalam kesempatan itu, ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi agar tetap memiliki daya saing di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

"Kami mengapresiasi semua inisiatif yang dibangun berbagai entitas bangsa, yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa," ujarnya.

Ia menilai bahwa dunia kerja masa depan akan lebih mengutamakan penguasaan keterampilan dibandingkan sekadar latar belakang pendidikan formal. Oleh sebab itu, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi modal penting bagi setiap pencari kerja.

Yassierli juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif yang dilakukan berbagai pihak, termasuk XLSMART, dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di era transformasi digital.

Ia menambahkan bahwa perkembangan AI, Internet of Things (IoT), serta teknologi digital lainnya akan terus mengubah kebutuhan pasar kerja.

Karena itu, peningkatan keterampilan harus dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat tidak kehilangan peluang akibat perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat.

Yassierli menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan mengusung semangat no one left behind, yakni memastikan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi sehingga tidak tertinggal oleh disrupsi AI maupun otomatisasi.

"Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind, jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya," tegas Menaker.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) menjalin kerja sama dengan XLSMART melalui penandatanganan kesepahaman bersama dalam pelaksanaan Program Future Ready.

Kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) sebagai pusat pelatihan.

Selain itu, kerja sama juga meliputi pengembangan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, pelatihan di bidang Internet of Things (IoT), sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi pemagangan, proses rekrutmen, dan penempatan kerja bagi para peserta.

Menutup keterangannya, Yassierli berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada tahap penandatanganan dokumen semata.

Ia menginginkan kolaborasi tersebut diwujudkan dalam berbagai program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Editor : Eka Rahmawati
#keterampilan #dunia kerja #menaker #generasi muda