Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Prabowo Minta Program Makan Bergizi Gratis Tak Gegabah, BGN Diminta Kaji Ulang Penerima MBG

Rani Puspitasari Sinaga • Rabu, 15 Juli 2026 | 22:20 WIB
Ilustrasi. Makan bergizi gratis dimakan anak-anak sekolah. Foto: Instagram BGN
Ilustrasi. Makan bergizi gratis dimakan anak-anak sekolah. Foto: Instagram BGN

RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tidak terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setiap perubahan, termasuk penataan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis, diminta dikaji secara matang oleh BGN, agar tidak menimbulkan dampak sosial di masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca Juga: 3.368 Siswa Kota Bogor Dapat Bantuan Biaya Pendidikan, Mayoritas dari SMK

Menurut Agustina, Presiden menekankan bahwa kebijakan yang menyangkut jutaan masyarakat harus diputuskan dengan penuh kehati-hatian.

"Pak Presiden meminta setiap kebijakan yang akan diambil benar-benar dikaji. Tidak perlu terburu-buru, karena ini menyangkut jutaan orang," ujar Agustina.

Saat ini, Program MBG disebut telah menjangkau sekitar 63 juta penerima manfaat, sehingga setiap perubahan kebijakan perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

Baca Juga: Nongkrong Sambil Lihat Gunung Salak dari Sudut yang Indah, Coba deh ke Bukit Stroberi di Bogor

Salah satu pembahasan dalam rapat adalah penataan penerima manfaat berdasarkan kategori desil ekonomi.

Dalam skema yang sedang dikaji, anak-anak dari keluarga dengan kategori desil 8 ke atas tidak lagi menjadi penerima Program MBG.

Meski demikian, Agustina menjelaskan masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apabila dalam satu sekolah terdapat siswa yang masih berhak menerima bantuan, sementara siswa lainnya tidak.

Baca Juga: Satpol PP Tertibkan PKL di Jalan Pasar Citeureup Bogor, Lapak di Atas Drainase Dibongkar

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan psikologis maupun sosial di lingkungan sekolah.

Karena itu, Presiden meminta BGN melakukan kajian lebih mendalam sebelum kebijakan diterapkan.

Pemerintah juga diberikan waktu sekitar satu bulan untuk menyusun hasil kajian dan melaporkan kembali perkembangan kepada Presiden.

Baca Juga: Hidden Gem Kuliner di Bogor Timur, Hybrid Meals Backyard Punya Burger Juara

Agustina menegaskan bahwa arahan utama Presiden adalah memastikan Program MBG tetap tepat sasaran dengan memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara kelompok masyarakat yang secara ekonomi dinilai mampu tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Makan Bergizi Gratis Mbg BGN