RADAR BOGOR - Masyarakat menantikan pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 diminta bersabar. Hingga pertengahan Juli 2026, pemerintah belum menetapkan jadwal resmi pendaftaran karena masih melakukan finalisasi kebutuhan formasi di berbagai instansi.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pemerintah saat ini masih menghitung formasi kebutuhan pegawai bersama Kementerian Keuangan, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah sebelum membuka rekrutmen CPNS.
"Menteri Keuangan terus mematangkan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga. Ini kebutuhannya atau formasinya berapa sedang kita hitung fix-nya," ujar Kepala BKN soal pembukaan CPNS.
Baca Juga: 3 Tempat Wisata Terbaik di Cilacap, Ada Nusa Kambangan hingga Benteng Pendem
Menurutnya, proses tersebut dilakukan agar jumlah formasi yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil setiap instansi pemerintah.
Selain mempersiapkan seleksi CPNS, pemerintah juga masih fokus menyelesaikan sejumlah proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang tengah berjalan.
Di antaranya seleksi PPPK untuk Sekolah Rakyat, rekrutmen tenaga pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penerimaan sekolah kedinasan.
Baca Juga: 3 Tempat Wisata Terbaik di Cilacap, Ada Nusa Kambangan hingga Benteng Pendem
Zudan menyebutkan, pengumuman seleksi sekolah kedinasan mulai dilakukan pada Juli 2026 dan akan berlanjut sesuai tahapan yang telah disusun.
Sementara itu, keputusan mengenai jadwal pembukaan CPNS 2026 masih dibahas bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Nantinya, pengumuman resmi terkait waktu pendaftaran dan jumlah formasi akan disampaikan langsung oleh Kementerian PANRB setelah seluruh proses perhitungan selesai.
Baca Juga: Perjuangan Santri Ponpes Al Ihsan Baron Bogor di Popwilda, Diet Ekstrem Sampai Turun 15 Kg
Dengan demikian, masyarakat yang berminat mengikuti seleksi CPNS 2026 diimbau menunggu informasi resmi dari pemerintah.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai tanggal pembukaan pendaftaran maupun jumlah formasi yang akan tersedia karena seluruh kebutuhan masih dalam tahap finalisasi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga