Prabowo Heran MBG Dituding Pemborosan, Pertanyakan Ribuan Triliun Kekayaan Negara Hilang Tak Dipersoalkan

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:47 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara bersama dengan jajaran Kabinet Merah Putih, Senin, 20 Juli 2026. (Badan Komunikasi Pemerintah/Bakom RI)
Presiden RI Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara bersama dengan jajaran Kabinet Merah Putih, Senin, 20 Juli 2026. (Badan Komunikasi Pemerintah/Bakom RI)

RADAR BOGOR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa hilangnya ribuan triliun kekayaan negara selama bertahun-tahun tidak mendapat banyak sorotan dan tidak dipersoalkan banyak pihak.

“Ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia, tiap tahun selama 34 tahun tidak ada komentar, tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi,” ujar Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Negara bersama dengan jajaran Kabinet Merah Putih, Senin, 20 Juli 2026 sebagaimana siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat justru mendapat banyak kritik. 

"Saudara-saudara, saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dianggap pemborosan,” ungkap Presiden RI.

Baca Juga: Prabowo Minta Program Makan Bergizi Gratis Tak Gegabah, BGN Diminta Kaji Ulang Penerima MBG

Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi persoalan gizi yang masih dialami anak-anak Indonesia, termasuk tingginya angka stunting.

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut kerap mendapat kritik karena dianggap membebani anggaran negara. Padahal, ia menilai program tersebut merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda Indonesia.

"Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan, kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah, alasannya karena boros," jelas Prabowo.

Ia menilai perhatian publik seharusnya lebih banyak diarahkan pada persoalan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah stabilitas harga pangan, kemudahan petani memperoleh pupuk dengan harga yang terjangkau, hingga terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak melalui program makan bergizi di sekolah.

"Kita bertanya sekarang apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani dan harganya terjangkau, apakah anak-anak sekolah memperoleh makanan bergizi di sekolah," tegasnya.

Editor : Eka Rahmawati
Mbg prabowo