DPR Soroti Pengganti Kepala BGN, Minta MBG Segera Dievaluasi

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:17 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta Kepala BGN lebih baik dalam jalankan program.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta Kepala BGN lebih baik dalam jalankan program.

RADAR BOGOR - Pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat perhatian dari DPR RI. 

Selain menyampaikan doa agar Nanik segera pulih, DPR juga berharap, pergantian kepemimpinan di BGN menjadi titik awal pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, kepada wartawan pada Rabu, 22 Juli 2026, menyusul keputusan Nanik mundur karena akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Baca Juga: Resep Tortilla Egg Sandwich, Terinspirasi Korean Street Food dengan Sentuhan Gula dan Saus Tomat

Menurut Charles Honoris, keputusan Nanik S Deyang untuk melepaskan jabatan patut dihormati karena didasari pertimbangan kesehatan.

Ia juga mendoakan, agar mantan Kepala BGN tersebut diberikan kelancaran selama menjalani pengobatan dan segera pulih.

Pergantian Pimpinan Harus Diikuti Pembenahan Program

Charles menegaskan, pergantian Kepala BGN seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai pergantian sosok pemimpin. 

Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

"Harus ada perbaikan program juga," ucapnya.

Baca Juga: Mengapa Mobil Double Cabin Sangat Populer di Thailand? Ini Bedanya dengan Indonesia

Ia menilai, kepemimpinan baru di BGN diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

DPR Soroti Kasus Keracunan hingga Tata Kelola MBG

Dalam keterangannya, Charles Honoris mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. 

Ia menyinggung, berbagai kasus yang sempat mencuat, mulai dari insiden keracunan massal, persoalan tata kelola program, hingga dugaan adanya konflik kepentingan.

Karena itu, menurut Charles, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin BGN harus memiliki keberanian untuk melakukan evaluasi sekaligus merancang ulang pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran, aman bagi penerima manfaat, akuntabel dalam pengelolaan anggaran, serta selaras dengan kemampuan fiskal negara.

Komisi IX DPR Pastikan Pengawasan Tetap Berjalan

Charles juga memastikan, Komisi IX DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Badan Gizi Nasional. 

Menurutnya, pergantian kepemimpinan harus menjadi awal dari perbaikan nyata, bukan sekadar pergantian pejabat.

Baca Juga: BRI Masuk 132 Bank Terbesar Dunia Versi The Banker 2026, Sejajar dengan JPMorgan

Ia menekankan, ukuran keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan terletak pada siapa yang memimpin lembaga tersebut, melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar memperoleh manfaat dari program secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Nanik Mundur Demi Fokus Jalani Pengobatan

Sebelumnya, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengumumkan, Nanik S Deyang telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto pada 22 Juli 2026 sebelum menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga menyampaikan, pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN agar dapat memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatannya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
Nanik S Deyang Charles Honoris badan gizi nasional Mbg BGN