RADAR BOGOR – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, segera melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh lembaga tersebut.
Salah satu sorotan yang disampaikan adalah dugaan adanya pegawai BGN yang memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Menurut Yahya, tantangan pertama yang harus dihadapi Sudaryono adalah membangun soliditas dan kekompakan di lingkungan internal BGN, terutama setelah adanya pergantian pejabat di lembaga tersebut.
Baca Juga: Warga Bogor Bisa Lebih Cepat ke Bandung, Citilink Siapkan 5 Rute dan Tinggal Tunggu Izin Terakhir
"Kepala BGN yang baru diharapkan mampu memimpin dan menggerakkan pejabat-pejabat yang baru diangkat. Kekompakan dan soliditas menjadi penting," ujar Yahya kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain memperkuat koordinasi internal, Yahya menilai Sudaryono perlu membersihkan BGN dari praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan.
Ia menyebut adanya indikasi sejumlah pegawai BGN memiliki dapur SPPG yang menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Selangkah Lagi Gabung Aston Villa
Tak hanya itu, Yahya juga meminta tiga kebijakan strategis yang sudah berjalan tetap dilanjutkan, yakni moratorium pembangunan dapur baru, refocusing penerima manfaat, serta efisiensi anggaran.
Khusus terkait moratorium pembangunan dapur, ia menilai kebijakan tersebut harus memiliki batas waktu yang jelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pihak yang telah membangun fasilitas SPPG.
"Harus ada klasifikasi yang jelas terkait dapur yang dapat dilanjutkan dan yang tidak dapat dilanjutkan, sehingga ada kepastian bagi pihak yang terlibat," katanya.
Lebih jauh, Yahya berharap Sudaryono mampu memulihkan citra BGN yang dinilai menurun akibat kasus korupsi yang sempat mencuat.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap program MBG harus dikembalikan karena program tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, Sudaryono menegaskan dirinya maupun keluarganya tidak memiliki satu pun dapur SPPG.
Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab berbagai sorotan terkait dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan program MBG.
Baca Juga: Samsung Bocorkan Kacamata Pintar Masa Depan, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker
Sudaryono juga berjanji akan memperkuat tata kelola BGN dengan meningkatkan transparansi dan digitalisasi sistem.
Menurutnya, seluruh proses pengelolaan anggaran dan program harus dapat dipantau secara terbuka untuk mencegah penyimpangan.
Ia menegaskan anggaran besar yang dikelola BGN berasal dari rakyat sehingga harus digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan langkah pembenahan tersebut, Sudaryono berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan dipercaya publik.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga