RADAR BOGOR - Komitmen membangun ekonomi kerakyatan, sekaligus menjaga kelestarian burung endemik Indonesia menjadi fokus utama dalam audiensi antara Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara dengan Kepala Staf Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kepala Staf Presiden, Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026, disambut positif oleh Kepala Staf Presiden.
Audiensi tersebut membahas rencana penyelenggaraan Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Presiden Republik Indonesia 2026, sekaligus penguatan peran komunitas kicaumania dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Yayasan Ingin Perkuat UMKM dan Konservasi Burung Endemik
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara, Ridho Pulungan, didampingi Penasihat Yayasan Rachmanto menjelaskan, yayasan dibentuk sebagai wadah bagi komunitas pecinta burung berkicau atau kicaumania di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Jawa Barat Bersiap Masuk Era Rujukan Berbasis Kompetensi, Sistem Layanan Rumah Sakit Mulai Diperkuat
Ridho Pulungan mengatakan, organisasi tersebut memiliki visi yang lebih luas daripada sekadar komunitas hobi.
Yayasan ingin membangun ekosistem yang mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap rantai kegiatan kicaumania.
Selain itu, yayasan juga berkomitmen mendukung pelestarian dan konservasi burung-burung endemik Indonesia melalui program penangkaran yang berkelanjutan.
"Kehadiran Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara merupakan upaya untuk mewadahi potensi ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian burung berkicau endemik Indonesia yang selama ini banyak dilakukan secara mandiri oleh masyarakat," ujar Ridho Pulungan.
Ia menambahkan, seluruh anggota komunitas merasa bangga atas kesediaan Dudung Abdurachman bergabung sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara.
Dudung Abdurachman Beri Dukungan dan Arahan
Di tengah padatnya agenda kenegaraan, Kepala Staf Presiden tetap meluangkan waktu menerima jajaran pengurus yayasan.
Momen tersebut dinilai menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan oleh komunitas kicaumania di berbagai daerah.
Dalam audiensi itu, Kepala Staf Presiden Republik Indonesia, Dudung Abdurachman menyampaikan, dukungan terhadap tujuan yang diusung Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara.
Selain bersedia menjadi Ketua Dewan Pembina, Dudung juga memberikan arahan agar seluruh kegiatan komunitas kicaumania dilaksanakan secara tertib, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta sejalan dengan semangat kemandirian bangsa.
Baca Juga: 459 Pendidik Ikuti Webinar AI ILUNI Sekolah Pascasarjana Unpak, Bahas Masa Depan Budaya Sekolah
Ia juga menekankan, pentingnya menjaga dan merawat keanekaragaman hayati, khususnya burung-burung endemik Indonesia, sebagai bagian dari kekayaan alam nasional yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Diharapkan Beri Dampak bagi Ekonomi dan Kelestarian Alam
Ridho Pulungan berharap, hasil audiensi tersebut menjadi energi baru bagi seluruh komunitas kicaumania di Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata, baik dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas maupun upaya konservasi satwa endemik Indonesia.
Ia optimistis, rencana penyelenggaraan Lomba Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Presiden Republik Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarkomunitas, menggerakkan sektor UMKM, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian burung dan lingkungan.
"Kami berharap semangat kolaborasi ini membawa manfaat bagi seluruh komunitas kicaumania Nusantara, memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian burung endemik Indonesia," tutup Ridho Pulungan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim