Kritisi Bahaya Atap Seng hingga Asbes, Prabowo Minta Daerah Kembali Gunakan Genteng

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 20:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto singgung soal atap seng dan asbes.  (Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto singgung soal atap seng dan asbes. (Sekretariat Presiden)

RADAR BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan khusus, mengenai penggunaan material bangunan saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). 

Di hadapan para kepala daerah dan tamu undangan, Prabowo menekankan, pentingnya mempertahankan estetika bangunan sekaligus memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memiliki warisan arsitektur yang kaya dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang telah digunakan secara turun-temurun. 

Baca Juga: Warga Rumpin Bogor Ungkap Dampak Penutupan Tambang, Keluhkan Biaya Pendidikan Anak 

Karena itu, ia menilai, sudah saatnya daerah kembali mempertimbangkan penggunaan material lokal yang lebih ramah lingkungan dibandingkan atap seng.

Nilai Estetika dan Kearifan Lokal Perlu Dipertahankan

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, keindahan bangunan merupakan bagian dari identitas bangsa yang harus terus dijaga. 

Ia menyontohkan, penggunaan ijuk, rumbai, hingga genteng sebagai material yang sejak lama dikenal masyarakat Indonesia.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sejak dahulu telah mampu memproduksi genteng sendiri sehingga tidak bergantung pada material yang dinilai memiliki usia pakai lebih pendek.

"Kalau perlu kita kembali menggunakan ijuk atau rumbai. Kalau tidak, kita harus mencari solusi yang lebih baik. Sejak dulu rakyat kita sudah bisa membuat genteng, dan itu bukan teknologi baru," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo Ingatkan Risiko Kesehatan dari Material Bangunan

Selain mempertimbangkan aspek estetika, Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti potensi dampak kesehatan dari penggunaan atap seng yang mudah berkarat. 

Ia menilai, karat dan sejumlah bahan kimia pada material bangunan tertentu patut menjadi perhatian karena diduga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Prabowo mengungkapkan, kekhawatirannya terhadap meningkatnya kasus penyakit paru-paru, termasuk pada kalangan muda yang tidak memiliki kebiasaan merokok.

Ia menyebut paparan karat, asbes, maupun zat kimia lain berpotensi menjadi faktor yang perlu diwaspadai sehingga penggunaan material bangunan harus semakin memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan.

Kepala Daerah Diminta Memperhatikan Pemilihan Material Bangunan

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengajak, seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota, agar memberikan perhatian lebih terhadap pemilihan material bangunan di wilayah masing-masing.

Baca Juga: Transparansi Seleksi Jabatan Pemkab Bogor Jadi Terobosan Baru, Yusfitriadi: Minimalkan Jual Beli Jabatan

Ia berharap, setiap instansi dapat mempertimbangkan penggunaan bahan bangunan yang lebih aman, tahan lama, serta tetap mencerminkan karakter arsitektur Indonesia sehingga pembangunan tidak hanya mengejar fungsi, tetapi juga memperhatikan kesehatan masyarakat dan pelestarian nilai budaya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
atap seng genteng presiden prabowo subianto