Kebakaran Bromo Meluas, 51 Hektare Lahan Terbakar hingga Masuk Wilayah Malang

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Ilustrasi. Bromo
Ilustrasi. Bromo

RADAR BOGOR – Kebakaran melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan terus ditangani hingga memasuki hari keempat. Luas lahan yang terdampak api sementara tercatat mencapai 51 hektare.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan, titik awal kebakaran Bromo berada di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Lokasi tersebut dipastikan bukan merupakan kawasan wisata TNBTS.

Menurut Endrip, api masih belum sepenuhnya padam hingga hari keempat penanganan. Bahkan, titik kebakaran Bromo dilaporkan meluas hingga menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Malang.

Baca Juga: Remaja di Tanah Baru Kota Bogor Berjenis Kelamin Ganda, Butuh Bantuan Biaya Pengobatan

"Ini hari keempat, masih nyala (terbakar). Luas wilayah yang paling besar di wilayah Watugede, Kabupaten Probolinggo," ujar Endrip, dikutip dari detikJatim, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan laporan sementara hingga Rabu, area yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 51 hektare.

Namun, angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena proses penanganan masih berlangsung.

"Sampai kemarin ada laporan 51 hektare. Tapi pasti nambah hari ini, berapa luasannya belum tahu," jelasnya.

Bukan Jalur Wisata, Api Berawal dari Jalur Terabasan Warga

Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Cair Lagi 6 Agustus 2026, KKS Lama dan Baru Mulai Terima Saldo

Endrip kembali menegaskan bahwa lokasi pertama munculnya api berada di Blok Bantengan, bukan di area wisata yang biasa dikunjungi wisatawan.

Lokasi tersebut juga bukan merupakan jalur umum. Menurut informasi yang diperoleh pihak TNBTS, kawasan itu biasa digunakan masyarakat sebagai jalur terabasan atau jalur alternatif dari Jemplang menuju Desa Argosari, Kabupaten Lumajang.

"Sumbernya di atas (Blok Bantengan), bukan lokasi wisata, bukan jalur umum juga. Itu jalur terabasan (jalur tikus) warga," ungkapnya.

Kondisi medan dan luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Hingga kini, petugas masih berfokus melakukan penanganan agar api tidak terus meluas.

Baca Juga: Cek Saldo KKS 6 Agustus 2026, Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair di Wilayah Ini

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Mengenai penyebab kebakaran, pihak TNBTS belum dapat memastikan. Investigasi baru akan dilakukan setelah proses pemadaman dan penanganan kebakaran dinyatakan selesai.

Endrip menjelaskan, prioritas saat ini adalah mengendalikan api dan mencegah perluasan area terbakar. Setelah kondisi dinyatakan aman, tim investigasi akan diterjunkan untuk mencari tahu sumber dan penyebab kebakaran.

"Kami sementara ini sampai hari keempat masih fokus pemadaman. Sedangkan asesmen penyebabnya setelah itu. Kami juga akan mencarikan tim investigasi untuk mengungkap penyebabnya," pungkas Endrip.

Baca Juga: Bogor Masuk! Ini Wilayah dengan Kuota Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Terbanyak

Hingga saat ini, proses penanganan kebakaran masih terus dilakukan, sementara luas area terdampak masih dalam pendataan dan berpotensi mengalami perubahan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
TNBTS lahan terbakar bromo malang