Bandara Bali Utara Dikebut! Dirancang Layani Boeing 777 hingga Airbus A380

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:26 WIB
Bandara Bali Utara. Foto: Kemenhub
Bandara Bali Utara. Foto: Kemenhub

RADAR BOGOR – Rencana pembangunan Bandara Bali Utara kembali mencuat dan kini pemerintah mendorong percepatan realisasinya. Bandara tersebut diproyeksikan menjadi bandara internasional yang mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380.

Bandara Bali Utara yang direncanakan berdiri di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, rencananya dipercepat Presiden Prabowo Subianto, saat bertemu dengan Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (PEMBARI) Baringin Panggabean.

Dalam pertemuan itu, Baringin memaparkan perkembangan proyek Bandara Bali Utara yang telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025-2029 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Baca Juga: Edarkan Obat Keras Terlarang, 6 Orang Diamankan Polsek Parung Panjang Bogor

Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan infrastruktur bandara, terutama kemampuan landasan pacu dan fasilitas pendukung agar mampu melayani penerbangan internasional jarak jauh dengan pesawat berukuran besar.

Disiapkan untuk Pesawat Jumbo

Baringin menjelaskan, sejak awal perencanaan, Bandara Bali Utara telah dirancang menggunakan standar internasional. Infrastruktur utama, mulai dari landasan pacu, fasilitas sisi udara, hingga berbagai sarana pendukung, disiapkan agar dapat mengakomodasi pesawat berbadan lebar.

Desain tersebut mencakup kemampuan melayani pesawat seperti Boeing 777 dan Airbus A380. Rancangan teknisnya juga mengacu pada studi kelayakan (feasibility study) yang telah mendapat persetujuan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Direktur Umum PPJ Kota Bogor Mengundurkan Diri, Direksi Diperbolehkan Rangkap Jabatan Sementara

Tak hanya membahas kesiapan teknis, Presiden juga meminta agar pembangunan bandara dipercepat. Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Pembangunan Bandara Bali Baru direncanakan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Dengan mekanisme ini, pembiayaan proyek akan melibatkan investasi swasta sehingga pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada APBN.

Bali Utara Disiapkan Punya Dua Bandara dengan Fungsi Berbeda

Pemerintah juga menyiapkan konsep pembagian fungsi dua fasilitas penerbangan di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga: Irigasi Palayangan Caringin Bogor Surut, Sawah hingga Kolam Ikan Warga Kekeringan

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023, Bandara Bali Utara di Kubutambahan akan difungsikan sebagai bandara umum untuk penerbangan komersial, termasuk melayani pesawat berbadan lebar.

Sementara itu, Lapangan Terbang Letkol Wisnu akan diarahkan sebagai bandara khusus untuk pesawat berukuran kecil dan private jet.

Konsep tersebut kembali dibahas dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan pada 30 Juli 2026. Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan Lapangan Terbang Letkol Wisnu akan difokuskan untuk penerbangan berskala kecil.

Salah satu pertimbangannya adalah kondisi kawasan sekitar lapangan terbang yang telah dikelilingi permukiman padat. Area tersebut juga memiliki karakter geografis yang cukup kompleks karena diapit perbukitan di sisi selatan, barat, dan timur, sementara bagian utaranya berbatasan dengan kawasan mangrove dan laut.

Baca Juga: PSU Sentul City Sudah Diserahkan Administratif ke Pemkab Bogor, Ini Maknanya

Faktor budaya juga menjadi perhatian. Sejumlah puncak bukit di sekitar kawasan memiliki pura yang telah berdiri selama ratusan tahun dan sebagian diperkirakan memiliki sejarah hingga ribuan tahun.

Kondisi geografis serta keberadaan kawasan budaya tersebut dinilai membuat pengembangan Letkol Wisnu sebagai bandara internasional berkapasitas besar kurang memungkinkan.

Karena itu, pembangunan Bandara Bali Baru di Kubutambahan dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk menghadirkan bandara internasional kedua di Bali dengan kemampuan melayani pesawat berbadan lebar.

Diharapkan Jadi Motor Ekonomi Bali Utara

Dorongan mempercepat proyek Bandara Bali Utara kembali disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.

Baca Juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Wali Kota Bogor Minta Aset Terminal Baranangsiang Dikembalikan

Dalam sidang tersebut, Presiden meminta kementerian dan lembaga mempercepat realisasi sejumlah proyek strategis nasional, termasuk pembangunan Bandara Bali Utara yang telah tercantum dalam RPJMN 2025-2029.

Jika seluruh rencana terealisasi, Bali Utara akan memiliki dua fasilitas penerbangan dengan fungsi yang saling melengkapi.

Lapangan Terbang Letkol Wisnu melayani pesawat kecil dan private jet, sedangkan Bandara Bali Baru di Kubutambahan akan menjadi pintu penerbangan internasional untuk pesawat berbadan lebar.

Kehadiran kedua fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas udara, tetapi juga menjadi pemicu pemerataan pembangunan di Pulau Bali.

Baca Juga: KPM Aktivasi Bulan Juni Wajib Cek KKS, Bansos Ini Sudah Cair di Berbagai Daerah

Bandara Bali Utara juga diproyeksikan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, menarik investasi, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong perkembangan pariwisata, perdagangan, logistik, dan sektor jasa di Bali Utara hingga wilayah Bali Barat dan Bali Timur.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Bandara Bali Utara boeing 777 Airbus A380