RADAR BOGOR - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono meminta agar siswa tidak membawa pulang makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disalurkan di sekolah.
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu mengatakan bahwa makanan yang telah dibagikan di sekolah harus dimakan sesuai batas waktu konsumsi yang telah ditentukan.
Dalam hal ini, BGN mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan program MBG dicantumkan batas akhir komsumsi guna memastika keamanannya.
Baca Juga: Giliran 10 Wilayah Ini Masuk SI, KPM Bansos PKH BPNT Tahap 3 Pantau Saldo KKS
"Kami mohon sesuai dengan petunjuk teknis, bapak, ibu semua, (MBG) sebaiknya tidak dibawa pulang," kata Sudaryono, dikutip dari laman resmi bgn.go.id, Minggu, 8 Agustus 2026.
"Pastikan makannya satu, dimakan di situ, dikonsumsi di kelas itu di jam yang memang diperbolehkan, dan sebaiknya tidak dibawa pulang," tegasnya.
Kepala BGN yang baru ini menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dibuat guna meminimalisir resiko kemanan yang tidak diinginkan saat makanan tersebut dikonsumsi setelah melewati batas waktu yang telah ditentukan.
Baca Juga: BGN Tetapkan Aturan Baru Soal Ompreng MBG: Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
Lebih lanjut, Sudaryono juga menjelaskan praktik membawa MBG ke rumah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasusu keracunan di sejumlah titik belakangan ini.
Ia mangungkapkna bahwa kasus tersebut bukan hanya dialami oleh siswa, tapi juga orang tua yang ikut mengkonsumsi di makanan yang dibawa pulang.
Hal itu ia sampaikan, karena beberapa waktu lalu saat berkunjung ke salah satu Sekolah Dasar (SD) di Bogor ada siswa yang menyisakan sebagian MBG bagi orang tuanya di rumah.
Baca Juga: Sepeda Ontel Lawas dan Kostum Pejuang Curi Perhatian di Kirab Merah Putih Bogor
"Memang ini saya paham sekali, saya juga kemarin di satu SD yang di Bogor yang saya datangi itu kemudian dibelah dua, dia bilang dia teringat ibunya di rumah," ungkap Sudaryono.
"Ini menjadi satu case keracunan di beberapa titik, Bahkan yang keracunan bukan hanya siswanya, tapi bapak, ibu orang tua di rumah ikut keracunan karena makanan yang dibawa pulang tadi," tandasnya.***
Editor : Asep SuhendarSumber : bgn.go.id