Grit Prospera Kerja Sama dengan Pengembang, Targetkan 50 GC Kids Center di Pulau Jawa

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:06 WIB
GC Kids Center siap menghadirkan fasilitas pendidikan anak terintegrasi di kawasan perumahan melalui skema kerja sama pembangunan fasilitas sosial (fasos) pendidikan.
GC Kids Center siap menghadirkan fasilitas pendidikan anak terintegrasi di kawasan perumahan melalui skema kerja sama pembangunan fasilitas sosial (fasos) pendidikan.

RADAR BOGOR – Kebutuhan fasilitas pendidikan anak di kawasan perumahan menjadi perhatian PT Grit Prospera Nusantara.

Mulai Oktober 2026, perusahaan membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan pengembang perumahan di Pulau Jawa untuk menghadirkan Gerbang Cendekia atau GC Kids Center sebagai bagian dari fasilitas sosial (fasos) di dalam cluster hunian.

Melalui program tersebut, Grit Prospera menargetkan dapat mengembangkan hingga 50 titik GC Kids Center sampai akhir 2027.

Model kerja sama ini ditawarkan sebagai solusi bagi pengembang yang ingin menyediakan fasilitas pendidikan anak yang terstandarisasi sekaligus memberikan manfaat langsung bagi keluarga penghuni.

Program tersebut dikembangkan setelah dua lokasi perdana GC Kids Center di Kota Bogor menunjukkan respons pasar yang dinilai positif sejak mulai beroperasi pada Mei 2026.

Akses Pendidikan Anak Masih Menjadi Tantangan

Penyediaan fasilitas sosial di kawasan perumahan sebenarnya telah memiliki landasan regulasi.

Baca Juga: Cek Bansos Rp600 Ribu: BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman mengatur kewajiban pengembang dalam menyediakan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) untuk mendukung kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di lingkungan permukiman.

Dalam konteks tersebut, sarana pendidikan menjadi salah satu bagian penting karena berkaitan langsung dengan pengembangan kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di kawasan hunian.

Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Sejumlah kajian akademik menunjukkan fasilitas pendidikan termasuk jenis fasos yang relatif sering belum terealisasi secara optimal.

Pengembang umumnya lebih dahulu memprioritaskan fasilitas umum seperti jalan, drainase, dan infrastruktur dasar lainnya.

Persoalan tersebut semakin relevan jika dikaitkan dengan tingkat partisipasi pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD masih berada pada kisaran 36 persen.

BPS mencatat APK anak yang mengikuti PAUD menurut berbagai karakteristik melalui data Susenas.

Artinya, masih terdapat ruang yang cukup besar untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini, baik melalui lembaga pendidikan maupun layanan pendidikan nonformal yang mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan partisipasi pendidikan anak.

Pada 146 kabupaten/kota yang menjadi sasaran intervensi, Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 5–6 tahun meningkat dari 74,15 persen pada 2024 menjadi 88,38 persen pada 2025.

Baca Juga: Cari Rumah? Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan 200 Ribu Hunian, KPR BRI Mulai Rp1 Jutaan

Meski demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya merata. Pertumbuhan kawasan hunian baru di berbagai daerah juga terus berlangsung, sementara ketersediaan fasilitas pendidikan anak usia dini di lingkungan perumahan belum selalu berkembang dengan kecepatan yang sama.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu alasan Grit Prospera menawarkan GC Kids Center sebagai model fasilitas sosial pendidikan yang dapat langsung diintegrasikan ke dalam kawasan perumahan.

GC Kids Center Hadirkan Pendidikan Anak Usia 3-12 Tahun

Melalui program kerja sama tersebut, GC Kids Center dirancang sebagai sarana pendidikan informal untuk anak usia 3 hingga 12 tahun.

Grit Prospera tidak hanya menawarkan konsep ruang belajar, tetapi juga menyiapkan ekosistem pendukung yang diperlukan agar fasilitas tersebut dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jaringan GC Kids Center dan membangun persebaran fasilitas pendidikan anak berkualitas di berbagai wilayah Indonesia.

Pengembang perumahan di Pulau Jawa kini dapat mengajukan minat untuk menjajaki kerja sama.

Setelah pengajuan, proses dilanjutkan dengan verifikasi wilayah serta penilaian terhadap kesesuaian lokasi berdasarkan standar yang ditetapkan GC Kids Center.

Dua Lokasi di Bogor Jadi Bukti Awal

Sebelum membuka kerja sama secara lebih luas, Grit Prospera telah menguji konsep tersebut melalui dua lokasi di Kota Bogor.

GC Kids Center 1 yang berada di Cluster Grand Alifia, Tanah Sareal, mulai beroperasi pada 2 Mei 2026.

Sementara GC Family Center 1 di Villa Citra Bantarjati, Pandu Raya, mulai berjalan pada 27 Juni 2026.

Baca Juga: Lebih dari 1,49 Juta KPM Gagal Cair, Pemerintah Tegaskan akan Cabut Bansos

Kedua lokasi tersebut menjadi tahap awal pengembangan model pendidikan anak yang ditawarkan perusahaan.

Dalam tiga bulan pertama operasional, kedua lokasi secara gabungan mencatat tingkat konversi peserta dari sesi trial menjadi pendaftar yang diklaim berada di atas rata-rata industri pendidikan nonformal anak usia dini.

Kurikulum yang dijalankan terbagi ke dalam dua kelompok usia. Untuk anak usia 3–6 tahun, program yang tersedia meliputi Calistung dan Fun English.

Sementara anak usia 7–12 tahun mendapatkan program Matematika SD, English Explorer, serta program inklusi.

Grit Prospera juga menerapkan batas rasio pendampingan untuk menjaga kualitas proses belajar. Pada kelompok usia 3–6 tahun, maksimal terdapat satu tutor untuk empat siswa. 

Adapun kelompok usia 7–12 tahun menerapkan rasio satu tutor untuk maksimal enam siswa.

Standar tersebut juga akan diberlakukan pada lokasi-lokasi baru yang dikembangkan melalui skema kerja sama fasos dengan pengembang perumahan.

Grit Prospera Ingin Fasos Pendidikan Tak Sekadar Formalitas

Principal PT Grit Prospera Nusantara, Achmad Syaiful Syaelendra, mengatakan hasil yang diperoleh dari dua lokasi awal di Bogor memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap layanan pendidikan anak berkualitas di kawasan hunian memang nyata.

Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan masih terbukanya ruang peningkatan partisipasi pendidikan anak di tingkat nasional.

Ia menilai fasilitas sosial pendidikan di sejumlah kawasan perumahan masih belum mendapatkan perhatian yang sama dibandingkan fasilitas infrastruktur lainnya.

Baca Juga: 36 Guru Malaysia Kunjungi Fajar Hidayah Bogor, Ada Pertukaran Budaya hingga Touring Class

"Pengalaman kami dari dua lokasi pertama di Bogor menunjukkan adanya kebutuhan nyata dari keluarga penghuni terhadap fasilitas pendidikan anak yang berkualitas. Ini bukan sekadar asumsi, karena respons pasar sudah terlihat dari operasional yang berjalan," kata Achmad.

Ia menjelaskan, pengalaman sebelumnya di bidang kebijakan pembiayaan perumahan juga menunjukkan bahwa fasilitas sosial yang dibangun hanya untuk memenuhi kewajiban administratif berpotensi tidak dimanfaatkan secara optimal oleh penghuni.

Karena itu, Grit Prospera ingin menawarkan model yang sejak awal dirancang agar dapat digunakan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di dalam kawasan perumahan.

"Melalui GC Kids Center, kami ingin membantu pengembang menghadirkan fasilitas sosial yang benar-benar digunakan keluarga penghuni. Model ini telah kami uji di lapangan dan mampu mencapai titik impas dalam waktu relatif singkat. Pada saat yang sama, kami berharap program ini dapat ikut mempersempit kesenjangan akses terhadap pendidikan anak berkualitas," ujarnya.

Pengembang Mendapat Dukungan Ekosistem Grit Prospera

Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat. Pengembang yang bergabung akan mendapatkan dukungan dari ekosistem Grit Prospera Group dalam menjalankan GC Kids Center.

Dukungan tersebut mencakup standardisasi kurikulum, pelatihan tutor, penyediaan materi pembelajaran, hingga kampanye pengenalan program yang dikembangkan oleh PT Grit Media Nusantara.

Sementara itu, PT Grit Properti Nusantara akan memberikan pendampingan dalam proses pencarian serta kesiapan lokasi.

Baca Juga: 17 Sekolah Nasional Terintegrasi Gelar MPLS Serentak, Dibuka Mendikdasmen di Parung Bogor

Dengan skema tersebut, pengembang tidak harus membangun dan merancang fasilitas pendidikan dari awal.

Model yang telah disiapkan Grit Prospera diharapkan dapat membantu pengembang menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih terarah sekaligus memenuhi kebutuhan fasos di kawasan hunian.

Program kerja sama ini saat ini terbuka bagi pengembang perumahan di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Pengembang yang tertarik dapat mengajukan minat kepada tim Business Development PT Grit Prospera Nusantara untuk mendapatkan pemaparan awal sekaligus melakukan verifikasi ketersediaan wilayah dan kesesuaian lokasi dengan standar GC Kids Center. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Grit Prospera GC Kids Center pendidikan perumahan