RADAR BOGOR – MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan pada 9–11 Oktober mendatang mulai mendapat perhatian dari sisi kesiapsiagaan lingkungan. Pasalnya, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengantisipasi karhutla saat MotoGP Mandalika 2026 tersebut, sebanyak 600 personel Polisi Kehutanan (Polhut) disiagakan di berbagai wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di NTB.
Mereka ditugaskan untuk meningkatkan pemantauan sekaligus merespons cepat jika ditemukan titik api berpotensi karhutla menjelang atau saat pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 di NTB nantinya.
Baca Juga: Indonesia Bakal Punya Tetangga Baru? Bougainville Targetkan Merdeka dari Papua Nugini pada 2030
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi, mengatakan seluruh personel telah diminta meningkatkan kesiagaan, terutama menjelang berlangsungnya ajang balap internasional di kawasan Mandalika.
Selain mengandalkan patroli di lapangan, pemantauan juga diperkuat menggunakan sistem SiPongi untuk mendeteksi titik panas atau hotspot. Ketika terdapat indikasi titik api, petugas akan segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Begitu koordinat muncul, tim langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan apakah itu kebakaran hutan atau aktivitas lain,” ujar Didik, Senin, 10 Agustus 2026.
Baca Juga: Soal Keributan di Sukajaya Bogor, PT PMC Sebut Ada Penyerangan Saat Buka Akses Jalan
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kawasan konservasi dan jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Para pendaki diimbau lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan puntung rokok maupun sisa api unggun yang berpotensi memicu kebakaran.
Pemprov NTB juga meningkatkan kesiapsiagaan di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP. Apel siaga karhutla dijadwalkan digelar di Sembalun dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi karhutla yang cukup serius. Sejak Januari hingga pekan pertama Agustus 2026, sekitar 5.000 hektare lahan di NTB dilaporkan telah terbakar.
Baca Juga: Benarkah Bansos PKH BPNT Tahap 3 Resmi SI? Ini Cara Klarifikasi Rekening Terblokir
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan pemerintah daerah mendapat arahan untuk memperkuat pencegahan agar tidak muncul titik api baru maupun kebakaran berulang.
Ancaman tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026 seiring prediksi fenomena El Nino mencapai puncaknya. Karena itu, penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga Kejaksaan.
Dengan penguatan personel dan sistem pemantauan, pemerintah berharap potensi karhutla dapat ditekan sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun persiapan NTB sebagai tuan rumah MotoGP Mandalika 2026.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga