Inovasi Dosen UB Atasi Sumbatan Alat Penghisap Bedah

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:45 WIB
Inovasi alat penghisap bedah karya pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Domy Pradana Putra. (Radar Malang)
Inovasi alat penghisap bedah karya pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Domy Pradana Putra. (Radar Malang)

RADAR BOGOR - Berawal dari masalah di ruang operasi, Domy Pradana Putra menciptakan inovasi suction yang dirancang untuk mengurangi sumbatan sekaligus mencegah cedera baru pada pasien.

Masalah sederhana di ruang operasi ternyata bisa melahirkan sebuah inovasi alat kesehatan.

Hal itu dialami Domy Pradana Putra, pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) yang mengembangkan alat penghisap bedah untuk membantu mengatasi sumbatan saat tindakan operasi.

Baca Juga: Guglielmo Vicario Diperkenalkan sebagai Rekrutan Baru Juventus 

Gagasan tersebut, mulai muncul pada 2016 ketika Domy masih menjalani pendidikan sebagai dokter residen ortopedi dan traumatologi di Fakultas Kedokteran UB/RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA), Kota Malang, Jawa Timur.

Saat terlibat dalam tindakan pembersihan luka atau darah, ia kerap menemukan kendala berupa tersumbatnya selang alat penghisap.

Persoalan itu terutama muncul ketika dokter melakukan debridement, yakni prosedur untuk mengangkat jaringan tubuh yang mati, rusak, atau terinfeksi.

Berawal dari Sumbatan Saat Operasi

Domy kemudian mulai memikirkan cara untuk membuat alat penghisap yang lebih praktis dan aman digunakan dalam tindakan bedah.

Sebagai pengajar Fakultas Kedokteran UB, Domy menjelaskan, perangkat suction pada dasarnya memiliki tiga bagian utama, yaitu ujung alat, selang, dan mesin penghisap.

Bagian yang ia modifikasi adalah ujung alat.

Pada perangkat yang umum digunakan, ujung suction biasanya berbahan logam atau plastik.

Ujung berbahan logam dapat digunakan kembali setelah melalui proses pembersihan, tetapi tidak semua rumah sakit memilikinya.

Sementara itu, bagian berbahan plastik terkadang harus dipotong ketika terjadi sumbatan.

Sumbatan sendiri dapat berasal dari berbagai material, salah satunya darah.

Baca Juga: Cegah Kebocoran dari Pendapatan Parkir, DPRD Kota Bogor Dorong Perda Khusus Perparkiran

Kondisi tersebut mendorong Domy melakukan kajian selama hampir dua tahun untuk menemukan solusi yang lebih efektif.

Dibuat dengan Konsep Non-Traumatic

Menjelang akhir masa residensinya, Domy mulai mewujudkan gagasan tersebut dalam bentuk prototipe.

Ia memanfaatkan teknologi 3D printing untuk membuat desain awal alat penghisap yang berbeda dari produk konvensional.

Inovasi tersebut menggunakan komponen suction dengan desain tumpul atau non-traumatic.

Bentuk ini dirancang agar alat dapat digunakan untuk membersihkan area luka, termasuk di sekitar pembuluh darah hingga medula spinalis, tanpa menimbulkan cedera tambahan pada pasien.

Domy merancang alat tersebut dengan lubang berdiameter sekitar 0,2 sentimeter dan memiliki enam saluran selang.

Desain tersebut dikembangkan untuk membantu mengurangi risiko terjadinya sumbatan selama proses operasi.

Dalam proses pengembangannya, Domy juga mendapat bantuan dari Muhammad Isa dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dari Prototipe Menjadi Produk Medis

Setelah prototipe selesai, Domy mulai mencari mitra yang dapat membantu memproduksi inovasi tersebut secara lebih luas.

Melalui seorang rekannya, ia kemudian diperkenalkan kepada jajaran pimpinan OneMed, salah satu produsen alat kesehatan.

Tahap berikutnya menjadi proses pengembangan produk.

Desain awal kemudian disempurnakan hingga menghasilkan produk bernama Domy Brush Suction.

Menurut Domy, pengembangan tersebut juga mempertimbangkan harga agar produk dapat lebih mudah digunakan oleh fasilitas kesehatan.

Jika dibuat sepenuhnya menyerupai prototipe awal, biaya produk diperkirakan mencapai sekitar Rp40 ribu.

Setelah melalui penyesuaian desain, harga Domy Brush Suction dapat ditekan menjadi sekitar Rp18 ribu.

Dipasarkan ke Berbagai Wilayah Indonesia

Domy Brush Suction resmi diluncurkan pada Januari 2024. RSUD dr. Saiful Anwar menjadi klien pertama yang menggunakan produk tersebut.

Sejak saat itu, pemasaran produk terus berkembang dan telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Perkembangan tersebut menjadi langkah penting bagi Domy untuk memperluas pemanfaatan inovasinya di dunia kedokteran, khususnya bidang ortopedi.

Bersiap Menembus Pasar Ekspor

Tidak berhenti di pasar domestik, OneMed kini tengah mengurus proses agar Domy Brush Suction dapat dipasarkan ke luar negeri.

Domy menargetkan produk tersebut dapat digunakan secara lebih luas oleh dokter ortopedi, khususnya di berbagai rumah sakit di Pulau Jawa.

Baca Juga: Prediksi Tromso vs Brighton Playoff Conference League 2026-2027

Setelah pemanfaatannya di bidang ortopedi semakin optimal, ia juga berencana memperluas penggunaan Domy Brush Suction ke bidang bedah umum.

Inovasi yang berawal dari persoalan sumbatan alat di ruang operasi tersebut kini berkembang menjadi produk kesehatan yang telah digunakan di berbagai daerah.

Bagi Domy, pengembangan ini bukan sekadar menciptakan alat baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang lebih aman dan praktis bagi tenaga medis dalam menangani pasien. (mel/ttg)

NABILA AMELIA, Malang

Editor : Siti Dewi Yanti
Domy Pradana Putra Alat Penghisap Bedah universitas brawijaya