RADAR BOGOR - Kesehatan mental, jadi hal penting guna menunjang produktivitas. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya mempraktikan detox digital.
Detox digital merupakan perilaku memberi ruang bagi tubuh untuk terbebas dari penggunaan gawai, tujuannya menghindari arus informasi yang datang secara bertubi-tubi.
Konselor Bogor, Rizka Nur Hamidah mengatakan, detox digital penting dilakukan untuk mengurangi kelelahan otak akibat terlalu banyak menerima informasi dari perangkat digital.
Menurutnya, kebiasaan tersebut juga dapat membantu seseorang terhindar dari rasa takut tertinggal atau Fear of Missing Out (FOMO) serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sop Buntut, Kuliner Legendaris di Kota Bogor Hadir Sejak 1927
“Detox digital bisa membantu pikiran menjadi lebih tenang dan jernih, sehingga tidak mudah merasa cemas,” ujarnya.
Selain itu, membatasi penggunaan gawai juga dapat membantu meningkatkan fokus dan produktivitas. Rentang perhatian yang kerap terdistraksi oleh notifikasi maupun informasi di media sosial dapat kembali terjaga.
Detox digital juga bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas tidur, salah satunya dengan mengurangi paparan layar ponsel pada malam hari dan mematikan notifikasi beberapa jam sebelum tidur.
Rizka menyebut, detox digital tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama. Masyarakat, khususnya anak muda, bisa mulai membiasakannya pada akhir pekan atau beberapa jam sebelum tidur.
“Bisa dimulai dengan mengalokasikan waktu tanpa media sosial dan laptop, misalnya pada Sabtu atau Minggu. Saat malam juga bisa mematikan notifikasi atau menggunakan mode Do Not Disturb beberapa jam sebelum tidur,” jelasnya.
Kebiasaan sederhana juga dapat diterapkan saat makan maupun ketika sedang bersosialisasi. Meletakkan ponsel dan fokus berbicara secara langsung dinilai dapat membuat hubungan sosial menjadi lebih berkualitas.
Selama melakukan detox digital, waktu yang biasanya digunakan untuk menatap layar dapat dialihkan dengan berbagai aktivitas.
Mulai dari olahraga ringan, jalan santai, membaca buku fisik, memasak, merapikan kamar hingga menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.
“Dengan rutin mengurangi penggunaan perangkat digital, pikiran diharapkan menjadi lebih tenang, tubuh terasa lebih segar, serta fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari dapat meningkat,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati