RADAR BOGOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Kalimantan untuk mengatasi kekurangan air sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Operasi tersebut melibatkan BMKG bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), TNI Angkatan Udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Salah satu sasaran utama operasi adalah wilayah Waduk Sepaku. Selain itu, OMC ditujukan untuk memicu turunnya hujan di kawasan yang dinilai rawan kekeringan dan karhutla.
13.273 Titik Panas Terdeteksi
Baca Juga: Program ODF Digenjot, 59 Kelurahan di Kota Bogor Masih Jadi Perhatian
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan pelaksanaan OMC menjadi langkah yang mendesak mengingat tingginya jumlah titik panas di Kaltim.
Berdasarkan pemantauan sepanjang 1 hingga 23 Agustus 2026, tercatat 13.273 titik panas di wilayah tersebut.
Jumlah itu meningkat sekitar 35,5 persen dibandingkan periode yang sama pada puncak kemarau akibat El Nino 2015.
"Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya," ujar Budi dalam keterangan resmi, Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga: Kapan Sebenarnya PKH Tahap 3 Cair? Simak 5 Bantuan Disalurkan hingga September 2026
Sejumlah Wilayah Alami Hari Tanpa Hujan
BMKG juga mencatat sejumlah wilayah Kaltim mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH), mulai kategori sangat pendek hingga panjang.
Durasi HTH terlama tercatat di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser yang mencapai 28 hari berturut-turut.
Sementara itu, potensi hujan diperkirakan terjadi di wilayah Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara pada 24–26 Agustus 2026. Potensi hujan kemudian diprediksi berlanjut pada 27 Agustus hingga 1 September.
OMC di Kaltim sendiri dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Agustus 2026. Budi menyebut operasi tersebut sejauh ini telah menghasilkan hujan selama dua hari.
Baca Juga: Demo 27 Agustus Ramai di Medsos, Polisi Minta Warga Bogor Tetap Beraktivitas Seperti Biasa
Operasi juga diperluas ke Kabupaten Berau pada 24–28 Agustus untuk membantu menangani titik panas. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan permintaan Bupati Berau kepada BNPB dan BMKG.
Kaltim Berstatus Siaga Bencana
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan wilayah Kaltim saat ini berada dalam status Siaga Bencana. Ia meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, hingga Masyarakat Peduli Api juga terus dikerahkan untuk menangani titik api. Sekitar 200 titik api masih terpantau dan menjadi perhatian petugas di lapangan.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Dikabarkan Pindah ke Jakarta Selatan, Dampingi Bilqis Sekolah ke SMP
Selain OMC, BMKG bersama pemerintah daerah turut mengoperasikan posko modifikasi cuaca di sejumlah wilayah.
Di Posko Pekanbaru, Riau, misalnya, sebanyak 26 sorti bahan semai telah diterbangkan untuk mendukung penanganan karhutla. Sementara OMC di Palembang, Sumatera Selatan, telah berlangsung sejak 22 Agustus 2026 dan di Pontianak, Kalimantan Barat, dimulai pada 23 Agustus 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mengurangi risiko meluasnya karhutla di tengah kondisi kemarau.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga