Gelar Pajak Bertutur 2026, DJP Jabar III Tanamkan Kesadaran Pajak untuk Generasi Indonesia Emas

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:06 WIB
Kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang digelar Kanwil DJP Jawa Barat III di SMA Budi Cendekia Islamic School, Kota Depok, Jawa Barat.
Kegiatan Pajak Bertutur 2026 yang digelar Kanwil DJP Jawa Barat III di SMA Budi Cendekia Islamic School, Kota Depok, Jawa Barat.

RADAR BOGOR — Kesadaran pajak perlu ditanamkan sejak usia sekolah sebagai bekal bagi generasi muda yang kelak akan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia.

Semangat tersebut diwujudkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat III melalui kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026.

Kegiatan Pajak Bertutur 2026 ini digelar secara serentak oleh Kantor Pusat dan seluruh instansi vertikal di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Kanwil DJP Jawa Barat III melibatkan para siswa kelas XI SMA Budi Cendekia Islamic School, Kota Depok, Jawa Barat.

Mengangkat tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara”, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal peran pajak dalam kehidupan berbangsa dan pembangunan nasional.

Kepala SMA Budi Cendekia Islamic School, Bayu Indah Susanti, S.Pd, menyampaikan bahwa upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul dalam bidang akademik dan prestasi.

Baca Juga: Bakso Naga Bogor Bertahan Sejak 1980-an, Harga Rp16 Ribu dan Punya Sambal Hijau Khas

Menurutnya, Indonesia juga memerlukan generasi yang memiliki karakter kuat, integritas, serta kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Bayu menjelaskan bahwa pajak memiliki peran penting sebagai salah satu sumber energi pembangunan negara.

Dengan memahami fungsi dan manfaat pajak sejak dini, para pelajar diharapkan dapat mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu memimpin serta membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera.

DJP Jabar III Ingatkan Pentingnya Kesadaran Pajak Sejak Dini

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJP Jawa Barat III Romadhaniah mengatakan kegiatan Pajak Bertutur bertujuan membangun pemahaman perpajakan sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa edukasi tersebut penting sebelum para siswa memasuki kehidupan profesional dan dunia kerja.

Ketika telah memperoleh penghasilan, setiap warga negara nantinya memiliki kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, pemahaman mengenai pajak perlu diperkenalkan sejak masa sekolah.

Romadhaniah juga menjelaskan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, APBN dapat dianalogikan sebagai dompet besar milik negara yang dikelola secara terbuka dan bertanggung jawab. Seluruh pengelolaannya diarahkan untuk mendukung kemakmuran masyarakat.

Target Pendapatan Negara 2026 Capai Rp3.147,7 Triliun

Pada APBN Tahun 2026, pemerintah menargetkan Pendapatan Negara sebesar Rp3.147,7 triliun. Sementara itu, Belanja Negara ditetapkan sebesar Rp3.786,5 triliun.

Dari total target pendapatan tersebut, penerimaan perpajakan menjadi salah satu penopang utama dengan nilai mencapai Rp2.357,7 triliun atau sekitar 74 persen dari total pendapatan negara.

Baca Juga: Dari Dance hingga Cosplay, Ini Rangkaian Talent Competition di Festival Inovasi BIA 2026

Besarnya kontribusi pajak tersebut menunjukkan peran penting masyarakat dalam menopang berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Salah satu sektor yang mendapatkan perhatian besar dalam alokasi anggaran negara adalah pendidikan.

Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, sektor pendidikan memperoleh porsi anggaran yang besar.

Dalam Rancangan APBN Tahun 2026, Anggaran Pendidikan meningkat hingga mencapai Rp757,8 triliun.

Selain pendidikan, pemerintah juga mengalokasikan Anggaran Kesehatan sebesar Rp244,0 triliun untuk mendukung transformasi sistem kesehatan dan pelaksanaan sejumlah program unggulan nasional.

Sementara itu, Anggaran Perlindungan Sosial mencapai Rp508,2 triliun yang ditujukan untuk menjaga kesejahteraan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.

Manfaat Pajak Ada di Sekitar Masyarakat

Melalui penerimaan pajak, negara juga memberikan berbagai bentuk insentif dengan nilai mencapai Rp400,1 triliun.

Dari jumlah tersebut, sektor jasa pendidikan memperoleh manfaat insentif sebesar Rp21,6 triliun.

Insentif tersebut antara lain diwujudkan melalui pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa pendidikan dan buku pelajaran, serta pengecualian beasiswa dari objek Pajak Penghasilan (PPh).

Romadhaniah menegaskan bahwa pertanyaan mengenai penggunaan uang pajak sebenarnya dapat dijawab melalui berbagai fasilitas dan program yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Festival Inovasi BIA 2026 Kota Bogor, Ada Pameran, Kompetisi Bakat hingga Hiburan

Menurutnya, peningkatan anggaran pendidikan, pembiayaan sektor kesehatan, bantuan sosial, penyediaan buku pelajaran, pembangunan sekolah, hingga program beasiswa merupakan contoh nyata manfaat dari penerimaan pajak.

Ia menilai pembahasan mengenai pajak pada dasarnya berkaitan langsung dengan masa depan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pajak Bertutur 2026 Dikemas Lewat Permainan Edukatif

Selain penyampaian materi, kegiatan Pajak Bertutur Tahun 2026 juga dikemas secara interaktif melalui berbagai simulasi dan permainan edukasi.

Para siswa didampingi oleh pegawai serta penyuluh pajak dari Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Barat III.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme dari para peserta. Permainan pertama bertajuk Menyusun Kata APBN.

Melalui aktivitas ini, siswa diajak memahami bahwa proses penyusunan anggaran membutuhkan kerja sama, sinergi, serta tingkat transparansi yang tinggi.

Selanjutnya, peserta mengikuti permainan Hitung Cepat. Permainan tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar pembiayaan dalam APBN ditopang oleh kontribusi pajak masyarakat.

Ketaatan dalam memenuhi kewajiban perpajakan pun menjadi salah satu modal penting bagi terwujudnya kemandirian bangsa.

Spinwheel hingga Tebak Profesi Kenalkan Manfaat Pajak

Kegiatan berikutnya adalah permainan Korelasi dengan menggunakan media Spinwheel.

Melalui roda putar yang memuat sejumlah gambar mengenai manfaat pajak, para siswa diminta menjelaskan hubungan sebab dan akibat antara penerimaan pajak dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Berburu Durian di Rancamaya Kota Bogor, Tawarkan Sensasi Makan Langsung dari Kebun

Aktivitas tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai hubungan langsung antara kontribusi pajak dan berbagai bentuk pembangunan yang dijalankan negara.

Permainan terakhir adalah Tebak Profesi. Melalui permainan ini, siswa diajak memahami bahwa profesi apa pun yang mereka jalani di masa depan tetap memiliki hubungan dengan peran sebagai warga negara.

Setiap warga negara yang memperoleh penghasilan memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi kepada negara melalui pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bibit Hidroponik Jadi Simbol Pertumbuhan Kesadaran Pajak

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para pemenang pada setiap sesi permainan menyerahkan bibit tanaman hidroponik untuk disusun pada sebuah growing tower hidroponik hingga terisi penuh.

Simbol tersebut menggambarkan filosofi bahwa pajak, seperti tanaman, membutuhkan proses perawatan dan pengelolaan yang konsisten.

Jika dikelola dengan baik, penerimaan pajak diharapkan terus tumbuh dan menghasilkan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagai bentuk penghargaan, Kanwil DJP Jawa Barat III juga memberikan Piagam kepada SMA Budi Cendekia Islamic School atas dukungannya dalam pelaksanaan edukasi kesadaran pajak di tingkat sekolah menengah.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pihak sekolah untuk terus mengambil peran dalam membangun pemahaman serta kesadaran perpajakan di kalangan generasi muda.

Baca Juga: Steak Kenangan Buka Cabang Baru di Kukusan, Ada Promo Buy One Get One dan Kopi 5 Ribu

Melalui pelaksanaan Pajak Bertutur Tahun 2026, Kanwil DJP Jawa Barat III menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan kesadaran pajak sejak usia dini.

Dengan kepatuhan dan pemahaman perpajakan yang tertanam pada generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan, fondasi penerimaan negara diharapkan semakin kuat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang mandiri, sejahtera, dan memiliki daya saing tinggi. (***)

Editor : Yosep Awaludin
pajak bertutur pajak DJP jawa barat III