RADAR BOGOR - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada awal September 2026 lalu cukup menyita perhatian publik, mengingat sebaran abu vulkanik dinilai cukup luas.
Abu Vulkanik dari letusan Anak Gunung Krakatau ini dikabarkan mencakup lima provinsi, termasuk Jawa Barat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi ini.
Lantas, seberapa berbahaya abu vulkanik dari letusan gunung berapi? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Antisipasi Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polres Bogor Bagikan Masker ke Warga
Dilansir dari kanal Youtube Kenapa Sih ??, partikel abu vulkanik yang kecil membuatnya sangat mudah untuk tertiup dan terbawa angin.
Oleh karena itu, tidak heran jika material tersebut bisa terbawa hingga ke babepa daerah yang memiliki jarak cukup jauh dari titik letusan gunung berapi tersebut.
Dalam video yang diunggah dijelaskan bahwa ada lebih dari satu kandungan di dalam material gunung berani tersebut yang dikenal cukup membahayakan bagi tubuh.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Anak Krakatau, PT KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Lancar
"Ada beberapa kandungan di dalam abu vulkanik yang cukup membahayakan, di antaranya adalah sulfat, karbondioksida, dan asam klorida," ucap narator kanal Youtube tersebut.
Partikel-partikel dari Abu Vulkanik yang dikenal cukup tajam akan sangat berbahaya untuk tubuh, mengingat bisa menimbulkan iritasi kulit, iritasi mata, hingga ganggunan pernapasan.
Pada dasarnya efek yang ditimbulkan dikenal ringan, hanya saja jika terus menerus terdampak oleh abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup serius.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Anak Krakatau, PT KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Lancar
Lantas, apakah abu vulknik ini tidak ada manfaat? Jawabannya adalah ada, di dalam material tersebut terdapat bebagai mineral yang mampu menyuburkan tanaman.
"Abu vulkanik yang basah dinilai menjadi sarana yang bagus untuk perkembangan biji tumbuhan dan bakteri yang membantu kesuburan tanaman," jelas sang narator.
Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, jangan terlalu banyak aktivitas di luar rumah di tengah tersebarnya abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau.***
Editor : Asep SuhendarSumber : Youtube Kenapa Sih ??