Gunung Anak Krakatau Masih Level 3, Aktivitas Gempa Terus Terpantau

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 08:54 WIB
Pengamatan Gunung Anak Krakatau. (PVMBG)
Pengamatan Gunung Anak Krakatau. (PVMBG)

RADAR BOGOR - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, masih berada pada Level 3 atau Siaga. 

Dalam pemantauan Senin, 7 September 2026 dini hari, sejumlah aktivitas kegempaan tercatat di gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.

Informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut, bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan hasil pengamatan pada Senin, 7 September 2026 periode pukul 00.00–06.00 WIB.

Baca Juga: Kabar Gembira, 438 Ribu KPM Tergraduasi Aktif Kembali, Bansos PKH BPNT Diproses Cair

Berdasarkan laporan itu, aktivitas kegempaan Anak Krakatau menunjukkan adanya beberapa jenis gempa, mulai dari hembusan, harmonik, hingga gempa hybrid atau fase banyak.

Kondisi tersebut, menjadi perhatian karena aktivitas kegempaan merupakan salah satu parameter yang terus dipantau untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api.

Puluhan Gempa Low Frequency Terekam

Dalam periode pengamatan selama enam jam, petugas mencatat 34 kali gempa Low Frequency. 

Gempa tersebut memiliki amplitudo 19–45 milimeter dengan durasi antara 6 hingga 19 detik.

Selain itu, terdapat 44 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 20–46 milimeter. 

Durasi gempa ini tercatat berkisar 7–23 detik, sementara waktu S-P tidak teramati.

Aktivitas lain yang terekam adalah 17 kali gempa harmonik. 

Amplitudonya berada pada kisaran 24–46 milimeter dengan durasi cukup beragam, yakni 23 hingga 387 detik.

Gempa Hembusan hingga Tremor Menerus

Pengamatan juga mencatat empat kali gempa hembusan.

Gempa tersebut memiliki amplitudo 30–41 milimeter dan berlangsung selama 22–39 detik.

Sementara itu, satu kali gempa tremor menerus turut terdeteksi selama periode pengamatan. 

Baca Juga: Harga Masker Melonjak Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenkes Panggil Pelaku Usaha

Amplitudonya berada di kisaran 5–15 milimeter dengan amplitudo dominan 10 milimeter.

Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan, dinamika vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung dan terus menjadi bagian dari pemantauan petugas.

Warga Diminta Tidak Mendekati Kawah

Dengan status aktivitas vulkanik yang masih berada pada Level III (Siaga), masyarakat dan wisatawan diminta memperhatikan batas aman yang telah ditetapkan.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Imbauan tersebut penting untuk dipatuhi mengingat kondisi gunung api dapat berubah dan kawasan di sekitar kawah aktif memiliki potensi bahaya vulkanik.

Cuaca Berawan, Angin Bergerak ke Barat Laut

Selain aktivitas kegempaan, kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau pada periode pengamatan dilaporkan berawan.

Angin bertiup lemah hingga sedang dan bergerak menuju arah barat laut. 

Suhu udara tercatat sekitar 25,7–26,4 derajat Celsius, sedangkan tingkat kelembapan berada pada kisaran 79–82 persen.

Baca Juga: Benarkah Baterai Mobil Hybrid Hanya Bertahan 8 Tahun? Ini Faktanya

Gunung Anak Krakatau sendiri memiliki ketinggian sekitar 157 meter di atas permukaan laut dan secara administratif berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
anak krakatau gunung gempa