Ini 5 Langkah Lindungi Anak dari Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau

Robecca Sesaria • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi orang tua yang menjelaskan kepada anak tentang bahaya dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (Instagram @idai_ig)
Ilustrasi orang tua yang menjelaskan kepada anak tentang bahaya dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (Instagram @idai_ig)

RADAR BOGOR - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang membawa sebaran abu vulkanik kini makin meluas.

Dalam kondisi ini, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Melalui akun Instagram resminya, @idai_ig, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa.

Baca Juga: Hotel Nawana dan Taman Budaya Dukung Penanaman Pohon Sentul City Bogor pada Hari Pelanggan Nasional

Abu vulkanik mengandung silika kristalin yang tajam dan berisiko mengganggu kesehatan saluran pernapasan.

Pada anak penderita asma, paparan abu ini bisa memicu kekambuhan yang lebih berat.

Dalam jangka panjang, paparan kronis dapat menyebabkan penyakit paru serius yang dikenal sebagai pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC).

Baca Juga: Pemekaran Bogor Selatan Kembali Disuarakan, Ini Alasannya

Tidak hanya fisik, situasi bencana dan kondisi udara yang buruk juga berisiko mengganggu psikologis anak, seperti timbulnya stres, kecemasan, hingga gejala trauma (PTSD subklinis).

Untuk menjaga anak tetap aman, simak lima langkah perlindungan yang direkomendasikan oleh IDAI berikut ini:

1. Tetap Berada di Dalam Rumah

Baca Juga: Pencairan TPG Susulan Juli-Agustus 2026 Masih Bertahap, Cek Persentase dan Status Terbarunya

2. Gunakan Masker yang Tepat Sesuai Usia

3. Lindungi Mata dan Kulit

Baca Juga: 2 Cara Cek Bansos Lewat HP, Ini Update PKH BPNT Tahap 3 September 2026

4. Komunikasikan dengan Anak Secara Bijak

Sampaikan situasi bencana tanpa memicu rasa panik berlebih, sesuaikan dengan tingkatan usia mereka:

Baca Juga: Desil Turun, Bansos PKH BPNT Bisa Cair Lagi? Ini Nasib KPM yang Sebelumnya Exclude

5. Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus ke Rumah Sakit

Segera bawa anak ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika muncul tanda-tanda darurat berikut:

Baca Juga: Siap-siap, Jadwal Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 dan Syarat KPM Terpilih

Kesehatan dan keselamatan anak adalah prioritas utama di tengah situasi darurat ini.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 138 Tersangka Kasus Pembakaran Hutan dan Lahan, Kapolri: Bisa Bertambah

Mari kita terapkan langkah-langkah pencegahan di atas untuk memastikan si kecil tetap terlindungi dari bahaya abu vulkanik.

Jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis profesional jika menemukan tanda-tanda bahaya pada anak.***

Editor : Robecca Sesaria
Sumber : Instagram @idai_ig
krakatau anak krakatau abu vulkanik anak