RADAR BOGOR - Kesempatan bagi lulusan SMA atau sederajat untuk mengikuti seleksi pada formasi tertentu di Kejaksaan Republik Indonesia menjadi kabar yang menarik bagi banyak pencari kerja.
Namun, tingginya minat juga berarti persaingan tidak sederhana.
Peserta harus mempersiapkan diri menghadapi seluruh tahapan seleksi, bukan hanya mengejar nilai ujian berbasis komputer.
Baca Juga: Pastel Ny Goan Bogor, Jajanan Legendaris Sejak 1986 dengan Isian yang Bikin Nagih
Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah tes kesamaptaan atau tes fisik untuk formasi tertentu.
Lima jenis ujian yang perlu diperhatikan
Dalam acuan yang diberikan, peserta dapat menghadapi lima jenis tes fisik.
Pertama adalah lari selama 12 menit.
Baca Juga: Old Shanghai Sedayu City Jakarta Timur, Spot Kuliner dan Foto Bernuansa Tiongkok
Kedua, push up selama satu menit.
Ketiga, sit up selama satu menit.
Keempat, shuttle run 10 meter x 3 putaran.
Kelima, pull up selama satu menit.
Baca Juga: Kenapa Penyaluran TPG Juli-Agustus Tidak Serentak? Ternyata 3 Hal Ini Penyebabnya
Masing-masing memiliki karakteristik berbeda.
Lari lebih menuntut daya tahan, sedangkan push up dan pull up membutuhkan kekuatan serta daya tahan otot.
Sit up berfokus pada otot inti, sementara shuttle run membutuhkan kelincahan.
Baca Juga: Inikah Formasi CPNS 2027 Paling Menguras Fisik? Persiapkan Latihan Ini Sebelum Terlambat
Artinya, peserta tidak bisa hanya melatih satu jenis olahraga.
Kesalahan yang sering dilakukan peserta
Salah satu kesalahan dalam persiapan adalah hanya berlatih lari karena menganggap stamina sebagai faktor utama.
Baca Juga: BPNT Rp600.000 Tahap 3 September 2026, KKS Baru BNI Cair di Berbagai Daerah
Padahal, jika rangkaian tes mencakup latihan kekuatan dan kelincahan, semuanya harus dipersiapkan.
Kesalahan lain adalah berlatih terlalu keras menjelang hari ujian.
Latihan mendadak dengan intensitas tinggi justru berpotensi membuat tubuh kelelahan atau mengalami cedera.
Baca Juga: Update TPG Juli-Agustus Belum Cair Sampai Hari Ini? Simak Alur Administrasi Pencarian
Persiapan yang lebih masuk akal adalah meningkatkan kemampuan secara bertahap.
Jangan lupakan ketentuan resmi
Peserta juga harus memahami bahwa setiap periode rekrutmen memiliki pengumuman dan ketentuan resmi.
Oleh karena itu, informasi mengenai jenis tes, bobot penilaian, ambang batas maupun mekanisme kelulusan harus merujuk pada pengumuman resmi seleksi yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Resep Taro Bun Lembut ala Mexican Bun, Lengkap dengan Topping dan Isian Creamy
Informasi dari pengalaman peserta sebelumnya bisa menjadi gambaran, tetapi tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan.
Bagi lulusan SMA yang bermimpi mengenakan seragam dan membangun karier di lingkungan Kejaksaan, persiapan harus dilakukan dari berbagai sisi.
Belajar untuk ujian, menjaga kondisi fisik, memahami dokumen, dan mengikuti seluruh informasi resmi adalah satu paket persiapan yang tidak bisa dipisahkan.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : instagram @studicpns.id