RADAR BOGOR - Mendapatkan nilai tinggi dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta seleksi CPNS.
Setelah berbulan-bulan belajar materi ujian dan berlatih menghadapi Computer Assisted Test (CAT), skor tinggi sering kali dianggap sebagai tiket menuju tahap berikutnya.
Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tertunda Akibat Indikasi Terlarang? Cek Batas Waktu Klarifikasi KPM
Lolos SKD bukan berarti perjuangan menjadi CPNS telah selesai.
Untuk sejumlah formasi tertentu, peserta masih harus menghadapi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), termasuk tes yang berkaitan dengan kemampuan fisik atau kesamaptaan.
Pada tahap inilah kemampuan akademik saja tidak lagi menjadi satu-satunya modal.
Baca Juga: Lulusan SMA Punya Kesempatan Masuk CPNS Kejaksaan, Tapi Ada Satu Tahap yang Tak Boleh Diremehkan
Bagi pelamar sejumlah instansi dan formasi tertentu, kekuatan tubuh, daya tahan, kecepatan, kelincahan, bahkan kemampuan berenang dapat menjadi bagian dari rangkaian seleksi.
Karena itu, peserta yang sejak awal hanya berfokus mengejar nilai CAT perlu mulai memperhatikan aspek lain yang tak kalah penting.
BAKAMLA punya ujian yang tidak bisa dianggap ringan
Baca Juga: Old Shanghai Sedayu City Jakarta Timur, Spot Kuliner dan Foto Bernuansa Tiongkok
Salah satu instansi yang patut diperhatikan adalah Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA), terutama bagi pelamar formasi Anak Buah Kapal (ABK).
Berdasarkan acuan tes yang disebutkan, peserta dapat menghadapi sejumlah ujian kesamaptaan seperti lari selama 12 menit, pull up, push up, sit up, shuttle run, hingga kemampuan renang sejauh 50 meter.
Artinya, peserta bukan hanya dituntut mempunyai stamina saat berlari, tetapi juga harus mampu mengombinasikan kekuatan otot, kelincahan dan kemampuan di air.
Baca Juga: Rem Motor Seret atau Macet? Ini Cara Merawat Kaliper agar Tetap Pakem
Tes renang menjadi salah satu bagian yang patut mendapat perhatian khusus.
Peserta yang jarang berlatih renang bisa saja memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi kesulitan ketika harus menyelesaikan ujian di kolam.
Polisi Kehutanan dan Manggala Agni juga membutuhkan fisik kuat
Baca Juga: Kenapa Penyaluran TPG Juli-Agustus Tidak Serentak? Ternyata 3 Hal Ini Penyebabnya
Tantangan serupa terdapat pada formasi tertentu di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya Polisi Kehutanan (Polhut) dan Manggala Agni.
Pekerjaan di lapangan membuat aspek fisik menjadi hal penting.
Petugas dapat berhadapan dengan medan yang sulit, jarak tempuh panjang, kondisi cuaca yang berubah-ubah hingga situasi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Pastel Ny Goan Bogor, Jajanan Legendaris Sejak 1986 dengan Isian yang Bikin Nagih
Karena itu, tes kesamaptaan menjadi salah satu cara untuk melihat kesiapan fisik peserta.
Rangkaian yang disebutkan antara lain lari 12 menit, pull up maksimal selama satu menit, sit up satu menit, push up satu menit dan shuttle run 3 x 10 meter.
Lulusan SMA yang mengincar Kejaksaan juga wajib bersiap
Baca Juga: Update TPG Juli-Agustus Belum Cair Sampai Hari Ini? Simak Alur Administrasi Pencarian
Kesempatan bagi lulusan SMA atau sederajat untuk mengikuti seleksi pada formasi tertentu di Kejaksaan RI memang menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, peserta tidak boleh menganggap seleksi hanya sebatas ujian pengetahuan.
Tes fisik yang mencakup lari 12 menit, push up, sit up, shuttle run dan pull up dapat menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: BPNT Rp600.000 Tahap 3 September 2026, KKS Baru BNI Cair di Berbagai Daerah
Persaingan yang ketat membuat setiap tahapan harus dipersiapkan secara serius.
Peserta dengan nilai akademik baik sekalipun tetap perlu memperhatikan persyaratan dan mekanisme seleksi pada formasi yang dipilih.
Kemenkumham punya kombinasi tes yang cukup beragam
Baca Juga: Konsep Unik di Rummi Kopi Lan Tresna Sentul, Kafe Luas dengan Sudut Berkain Estetik
Untuk formasi tertentu dengan kualifikasi SLTA sederajat, peserta juga dapat menghadapi rangkaian tes kesamaptaan yang terdiri atas lari 12 menit, push up, sit up, shuttle run 10 meter x 6 putaran, pull up hingga chinning.
Banyaknya jenis tes membuat persiapan tidak bisa dilakukan hanya beberapa hari menjelang ujian.
Kesimpulannya, strategi menghadapi seleksi CPNS tidak cukup hanya dengan belajar soal CAT.
Baca Juga: Inikah Formasi CPNS 2027 Paling Menguras Fisik? Persiapkan Latihan Ini Sebelum Terlambat
Jika formasi yang dituju memiliki tes fisik, latihan kebugaran sebaiknya dimulai jauh-jauh hari.
Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah memeriksa pengumuman resmi instansi.
Sebab, jenis tes, standar penilaian dan ketentuan dapat berbeda sesuai formasi serta periode seleksi.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : instagram @studicpns.id