Bukan Sekadar Lari dan Push Up, Ini Tantangan Fisik yang Menanti CPNS Polhut dan Manggala Agni

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:31 WIB
Ilustrasi tes fisik CPNS 2026. (Foto: Kampus Production/pexels.com)
Ilustrasi tes fisik CPNS. (Foto: Kampus Production/pexels.com)

RADAR BOGOR - Menjaga kawasan hutan Indonesia bukan pekerjaan yang selalu dilakukan dari balik meja.

Di lapangan, petugas dapat menghadapi berbagai kondisi. 

Medan terjal, perjalanan panjang, cuaca panas, kawasan terpencil hingga situasi darurat seperti kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari tantangan pekerjaan tertentu.

Baca Juga: Cara Daftar Asuransi Aing, Warga Jabar Bisa Berobat Gratis dan Terima Santunan Kematian Rp72 Juta

Karena itu, bagi peserta yang mengincar formasi Polisi Kehutanan (Polhut) dan Manggala Agni, kesiapan fisik menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan.

Tes kesamaptaan menjadi salah satu tahapan yang harus diperhatikan peserta berdasarkan ketentuan seleksi yang berlaku.

Ada lari 12 menit

Salah satu ujian yang disebutkan adalah lari selama 12 menit.

Baca Juga: Jangan Sampai Gagal Gara-Gara Sepele, Cek 7 Dokumen Ini Sebelum Daftar CPNS

Sekilas, durasi tersebut mungkin terdengar singkat. 

Namun, bagi peserta yang jarang berolahraga, berlari selama 12 menit secara konsisten dapat menjadi tantangan.

Tes ini pada dasarnya membutuhkan daya tahan kardiovaskular dan kemampuan peserta mengatur kecepatan.

Kesalahan umum saat berlari adalah terlalu cepat pada menit-menit awal. 

Baca Juga: Kapan Pendaftaran Digital Bansos Perlinsos Dibuka? Target 50 Juta KPM, Cek Syarat IKD 

Akibatnya, tenaga terkuras sebelum waktu berakhir.

Karena itu, latihan sebaiknya tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga membangun kemampuan mempertahankan ritme.

Kekuatan tubuh bagian atas ikut diuji

Peserta juga menghadapi pull up maksimal selama satu menit.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Jawa Barat Tumbuh 7,62 Persen, APBN Catat Surplus Rp19,88 Triliun

Latihan ini tidak cukup hanya mengandalkan berat badan atau keberanian. 

Otot punggung, bahu dan lengan harus terbiasa bekerja menahan beban tubuh.

Kemudian terdapat push up dan sit up selama satu menit.

Ketiga jenis latihan tersebut membuat peserta harus memiliki keseimbangan antara kekuatan dan daya tahan otot.

Baca Juga: Update 5 Bansos Disalurkan Jelang Penutupan Tahap 3, KPM Exclude Bisa Cair Lagi

Ada pula shuttle run

Tes berikutnya adalah shuttle run 3 x 10 meter.

Peserta harus bergerak bolak-balik pada jarak tertentu dengan perubahan arah secara cepat.

Latihan seperti ini membutuhkan koordinasi tubuh, kecepatan dan kemampuan berhenti serta berakselerasi kembali.

Untuk pekerjaan yang berlangsung di lapangan, kelincahan dapat menjadi kemampuan yang penting.

Baca Juga: Healing di Mata Air Cimincul Subang, Wisata Air Jernih dengan Suasana Sawah yang Sejuk

Latihan tidak boleh dilakukan secara mendadak

Persiapan tes fisik sebaiknya dilakukan bertahap.

Peserta bisa menggabungkan latihan lari, latihan kekuatan tubuh dan latihan kelincahan dalam jadwal yang terukur. 

Pemanasan dan pemulihan juga penting untuk mengurangi risiko cedera.

Baca Juga: Bisnis Sepi Terus? 10 Hal Ini Sering Tak Disadari Pemula

Selain itu, calon pelamar perlu mengetahui standar resmi yang berlaku untuk formasi yang dipilih.

Jangan sampai persiapan sudah dilakukan berbulan-bulan, tetapi peserta justru menggunakan standar latihan yang berbeda dari ketentuan resmi.

Dengan memahami seluruh rangkaian sejak awal, peserta bisa menyusun strategi yang lebih realistis.

Baca Juga: 7 Cara Memutar Uang Kecil Jadi Besar, Bisa Mulai Rp100 Ribu

Menjadi Polhut maupun Manggala Agni bukan hanya soal lolos seleksi. 

Pekerjaan tersebut membutuhkan kesiapan menghadapi kondisi lapangan. Karena itulah, tes fisik menjadi bagian yang perlu dipersiapkan secara serius.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : instagram @studicpns.id
cpns polhut asn cpns