RADAR BOGOR - Membayangkan seleksi CPNS di sebuah instansi yang berkaitan dengan keamanan laut, sebagian pelamar mungkin langsung berpikir tentang ujian tertulis, wawancara dan pemeriksaan administrasi.
Namun, bagi calon pelamar formasi tertentu di Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA), tantangan yang dihadapi bisa jauh lebih beragam.
Salah satu bagian yang patut diperhatikan adalah tes kesamaptaan atau tes fisik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Lari dan Push Up, Ini Tantangan Fisik yang Menanti CPNS Polhut dan Manggala Agni
Untuk formasi Anak Buah Kapal (ABK), rangkaian ujian yang disebutkan mencakup sejumlah aktivitas fisik.
Mulai dari lari 12 menit, pull up, push up, sit up, shuttle run hingga renang sejauh 50 meter.
Bagi sebagian peserta, justru tes terakhir inilah yang menjadi tantangan terbesar.
Baca Juga: Kapan Pendaftaran Digital Bansos Perlinsos Dibuka? Target 50 Juta KPM, Cek Syarat IKD
Mengapa kemampuan renang menjadi penting?
Bekerja di lingkungan yang berkaitan dengan laut tentu berbeda dengan pekerjaan yang seluruh aktivitasnya berlangsung di dalam ruangan.
Kemampuan dasar di air dapat menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk formasi tertentu.
Baca Juga: Cara Daftar Asuransi Aing, Warga Jabar Bisa Berobat Gratis dan Terima Santunan Kematian Rp72 Juta
Peserta yang memiliki kemampuan renang baik mungkin merasa lebih percaya diri.
Sebaliknya, mereka yang selama ini jarang masuk kolam renang perlu melakukan persiapan lebih serius.
Renang bukan sekadar persoalan mampu bergerak dari satu sisi kolam ke sisi lainnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Gagal Gara-Gara Sepele, Cek 7 Dokumen Ini Sebelum Daftar CPNS
Peserta juga harus mampu mengatur napas, menjaga ritme gerakan dan mempertahankan stamina.
Belum selesai setelah turun dari kolam
Menariknya, peserta tidak hanya diuji di air.
Rangkaian tes juga mencakup lari selama 12 menit. Ujian ini membutuhkan kemampuan mempertahankan ritme selama durasi tertentu.
Baca Juga: TASPEN dan ASN 2026: Apa Bedanya Manfaat Pensiun, THT, JKK, dan JKM?
Kemudian terdapat push up dan sit up yang menguji daya tahan otot, serta pull up untuk mengukur kekuatan tubuh bagian atas.
Ada pula shuttle run 10 meter x 6 putaran yang menguji kecepatan sekaligus kemampuan mengubah arah.
Jika seluruh rangkaian dilakukan dalam satu periode tes, peserta membutuhkan strategi pengaturan tenaga.
Baca Juga: Update 5 Bansos Disalurkan Jelang Penutupan Tahap 3, KPM Exclude Bisa Cair Lagi
Mengeluarkan seluruh tenaga di awal dapat membuat stamina cepat terkuras ketika memasuki ujian berikutnya.
Jangan baru berlatih ketika pengumuman keluar
Kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah menunggu pengumuman seleksi baru kemudian memulai latihan fisik.
Padahal, kemampuan fisik membutuhkan proses.
Baca Juga: PNS vs PPPK 2026: Perbedaan Status Kepegawaian Berpengaruh pada Karier
Seseorang tidak bisa berharap daya tahan meningkat drastis hanya dalam beberapa hari.
Begitu pula kemampuan renang dan kekuatan tubuh yang membutuhkan latihan bertahap.
Karena itu, calon peserta yang sejak awal sudah mengetahui formasi yang ingin dituju sebaiknya memahami seluruh tahapan seleksi dan mulai menyesuaikan persiapan.
Baca Juga: Healing di Mata Air Cimincul Subang, Wisata Air Jernih dengan Suasana Sawah yang Sejuk
Yang paling penting, jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pengalaman peserta lain.
Selalu cek ketentuan resmi BAKAMLA pada periode seleksi yang diikuti, karena persyaratan dapat berubah
Bagi mereka yang benar-benar ingin berkarier di lingkungan kerja yang berkaitan dengan keamanan laut, tes fisik tersebut seharusnya tidak dilihat sebagai penghalang.
Justru, rangkaian tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kesiapan fisik sesuai kebutuhan formasi yang dilamar.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : instagram @studicpns.id