RADAR BOGOR - Calon peserta Politeknik Pengayoman Indonesia atau POLTEKPIN perlu memahami bahwa seleksi masuk tidak hanya mengandalkan kemampuan mengerjakan soal.
Berdasarkan portal resmi seleksi POLTEKPIN 2026, setelah tahapan SKD CAT BKN terdapat sejumlah seleksi lanjutan.
Tahapan tersebut meliputi tes kesehatan, psikotes, tes kesamaptaan, serta tes mental, sosial, kultural dan keterampilan
Baca Juga: POLTEKPIN Masuk Sekolah Kedinasan 2026: Sediakan 250 Formasi, Berapa Peluangnya?.
Artinya, calon mahasiswa perlu menyiapkan diri dari berbagai aspek.
SKD mengukur kemampuan dasar peserta melalui TWK, TIU, dan TKP.
Sementara tahapan berikutnya memiliki karakteristik penilaian yang berbeda.
Baca Juga: Kabar Bansos Hari Ini: Saldo PKH dan BPNT Tahap 3 Terpantau Cair
Tes kesehatan berkaitan dengan pemeriksaan kondisi kesehatan peserta.
Tes psikologi menggunakan metode Computer-Based Test atau CBT sebagaimana tercantum pada informasi resmi POLTEKPIN.
Kemudian terdapat tes kesamaptaan yang mencakup beberapa bentuk pengujian fisik, antara lain lari, pull-up, push-up, sit-up, dan shuttle run.
Baca Juga: Business Coaching, 10 UMKM Bogor Utara Dapat Pendampingan Usaha dari LAZ Rabbani
Tahapan tersebut membuat calon peserta perlu melakukan persiapan secara menyeluruh.
Belajar soal SKD tetap penting, tetapi persiapan fisik juga perlu diperhatikan sejak jauh hari bagi peserta yang akan menghadapi kesamaptaan.
Demikian pula persiapan wawancara dan kemampuan berkomunikasi menjadi relevan ketika peserta memasuki tahapan mental, sosial, kultural, dan keterampilan.
Baca Juga: Passing Grade SKD Poltekpin 2026 Resmi: Cek Target Nilai Peserta di Sini
Karena setiap tahapan memiliki karakteristik berbeda, peserta sebaiknya tidak menunggu sampai jadwal ujian diumumkan untuk mulai mempersiapkan diri.
Namun, rincian persyaratan dan jadwal harus selalu merujuk pada dokumen resmi POLTEKPIN karena dapat berubah sesuai ketentuan penerimaan.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : Kementerian PANRB, Portal Seleksi POLTEKPIN 2026