Ada 600 Ribu ASN yang Ditargetkan Ikut Profiling, Apa Dampaknya bagi Karier Pegawai Pemerintah?

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi pelaksanaan tes CPNS.
Ilustrasi pelaksanaan tes CPNS.

RADAR BOGOR - Badan Kepegawaian Negara menyiapkan program profiling ASN dalam skala besar. 

Hingga akhir 2026, BKN menargetkan 600 ribu ASN mengikuti profiling sebagai bagian dari pembangunan basis data profil aparatur secara nasional.

Informasi tersebut disampaikan BKN pada 9 September 2026 dalam koordinasi pelaksanaan program Pro-ASN.

Baca Juga: Pendaftaran Perlinsos Digital Dibuka Oktober 2026, Begini Cara Sanggah KPM Exclude

Profiling tersebut bukan proses rekrutmen CPNS. 

Program ini ditujukan kepada ASN yang sudah berada dalam pemerintahan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi dan kompetensi mereka.

BKN menjelaskan bahwa hasil profiling akan digunakan untuk mendukung pengembangan kompetensi, perencanaan karier, pengelolaan talenta dan penerapan sistem merit.

Baca Juga: Struk Bukti Cair Bansos PKH Validasi, BPNT Susulan dan PIP Per 24 September 2026

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun database ASN yang lebih komprehensif.

Bagi pemerintah daerah, data semacam itu dapat membantu mengetahui kemampuan pegawai yang tersedia. 

Dengan data yang lebih lengkap, kebutuhan pengembangan kompetensi dapat disusun berdasarkan kondisi nyata pegawai.

Baca Juga: Lapas Cibinong Bogor Bantah Ada Sel VVIP, 13 Rumah di Belakang Lapas Disebut Rumah Dinas

BKN juga menekankan bahwa pelaksanaan profiling harus memperhatikan kualitas dan integritas. 

Artinya, pencapaian jumlah peserta tidak boleh mengorbankan standar pelaksanaan.

Perkembangan ini juga menjadi gambaran mengenai arah pengelolaan ASN di Indonesia.

Baca Juga: Review Chikyo, Snack Viral dengan Tekstur Renyah di Luar Creamy di Dalam

Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak mengenal CPNS sebagai proses untuk mendapatkan pegawai baru, pemerintah kini semakin menekankan pengelolaan pegawai berdasarkan kompetensi setelah mereka masuk ke dalam birokrasi

Untuk calon pelamar CPNS daerah, hal tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kemampuan profesional tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan karier ASN.

Dengan demikian, persiapan menghadapi seleksi sebaiknya tidak hanya berorientasi pada tes masuk. 

Baca Juga: KKS Belum Cair, KPM Ini Masih Berpeluang Terima Bansos PKH BPNT Lewat Pos

Pemahaman bidang kerja, kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan birokrasi juga memiliki relevansi setelah seseorang menjadi ASN.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : bkn.go.id
profiling asn asn bkn