Lolos SKD Poltekpin 2026? Awas Gugur di Tes Kesamaptaan, Ini Bocoran Materinya

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:36 WIB
Ilustrasi pemeriksaan sebelum peserta CPNS 2026 memasuki ruang ujian SKD. (Foto: menpan.go.id)
Ilustrasi pemeriksaan sebelum tes fisik Poltekpin 2026. (Foto: menpan.go.id)

RADAR BOGOR - Memasuki rangkaian Seleksi Sekolah Kedinasan 2026, perhatian peserta Politeknik Pengayoman Indonesia atau Poltekpin mulai tertuju pada tahapan seleksi lanjutan, khususnya tes kesamaptaan. 

Bagi peserta yang berhasil melewati Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD, kemampuan akademik bukan lagi satu-satunya aspek yang perlu dipersiapkan.

Portal resmi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Sekolah Kedinasan Poltekpin Kementerian Hukum RI mencantumkan tes kesamaptaan sebagai salah satu tahapan seleksi lanjutan. 

Baca Juga: Karim Benzema Dikaitkan dengan Persib, Bobotoh Langsung Serbu Instagram Sang Bintang

Dalam informasi tersebut, materi yang disebut meliputi lari, pull-up, push-up, sit-up, dan shuttle run.

Informasi ini menjadi penting karena kelima materi tersebut menguji kemampuan fisik yang berbeda.

Lari berkaitan dengan daya tahan tubuh, sedangkan pull-up, push-up, dan sit-up menuntut kekuatan serta daya tahan otot. 

Baca Juga: Situ Rawa Gede, Wisata Alam Danau dengan Jembatan Goyang, Camping di Puncak Dua Bogor

Sementara itu, shuttle run membutuhkan kombinasi kecepatan, kelincahan, koordinasi, dan kemampuan mengubah arah.

Dengan demikian, persiapan menghadapi tes kesamaptaan sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan berlari setiap hari. 

Peserta perlu memahami bahwa materi yang dihadapi bersifat beragam.

Baca Juga: Bukan Sekadar Wisata Alam, Situs Cibalay Bogor Punya Jejak Peradaban Masa Lampau

Latihan lari, misalnya, dapat diarahkan untuk membangun daya tahan secara bertahap. 

Peserta yang sebelumnya jarang melakukan aktivitas fisik sebaiknya tidak langsung meningkatkan intensitas secara ekstrem. 

Pola latihan yang progresif lebih memungkinkan tubuh beradaptasi.

Baca Juga: Wisata Curug Cipamingkis Bogor, Ada Air Terjun hingga Camping Ground, Cocok untuk Liburan Keluarga

Hal serupa berlaku untuk latihan kekuatan. Push-up dan sit-up sebaiknya dilakukan dengan teknik yang benar. 

Jumlah repetisi yang banyak tetapi dilakukan dengan gerakan yang keliru belum tentu memberikan hasil latihan yang optimal.

Pull-up juga membutuhkan latihan tersendiri. Bagi peserta yang belum mampu melakukan pull-up penuh, latihan dapat dimulai dengan membangun kekuatan otot terkait secara bertahap.

Baca Juga: 5 Jenis Bantuan Sosial dalam Sistem Bansos Digital Perlinsos, Cair Sampai 2027

Shuttle run juga tidak cukup dilatih hanya dengan berlari lurus. 

Peserta perlu membiasakan diri melakukan akselerasi, berhenti, berbalik arah, dan kembali bergerak cepat.

Yang perlu diperhatikan adalah materi tes tidak sama dengan standar nilai atau batas kelulusan. 

Baca Juga: Bansos Digital Perlinsos 2027: Sistem Baru Pencairan Bantuan Sosial yang Lebih Cepat dan Transparan

Portal resmi Poltekpin yang tersedia saat ini menyebutkan jenis tes kesamaptaan, tetapi peserta tetap harus mengacu pada pengumuman dan petunjuk teknis resmi untuk mengetahui ketentuan pelaksanaan, penilaian, serta standar yang berlaku pada seleksi 2026.

Tes kesamaptaan juga bukan tahapan yang berdiri sendiri. 

Dalam alur resmi Poltekpin, peserta terlebih dahulu melewati sejumlah tahapan seperti SKD, kemudian seleksi kesehatan, psikologi, tes kesamaptaan, serta tahapan mansoskul dan keterampilan sebelum menuju kelulusan akhir.

Baca Juga: Tetap Bisa Ngopi, Warga Bogor Bisa Coba 7 Cara Nabung Tanpa Bikin Bokek

Karena itu, peserta sebaiknya tidak menunggu pengumuman jadwal tes fisik baru mulai berlatih. 

Persiapan fisik membutuhkan waktu dan konsistensi.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : POLTEKPIN – Portal Seleksi 2026
poltekpin 2026 Poltekpin tes fisik poltekpin