Dospulkam IPB University Kenalkan Inovasi Terumbu Buatan untuk Pulihkan Ekosistem Laut di Bali

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:19 WIB
Dospulkam 2026 IPB University di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali.
Dospulkam 2026 IPB University di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali.

RADAR BOGOR – Upaya pemulihan ekosistem laut di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng, Bali, mendapat sentuhan inovasi dari IPB University.

Melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026, tim dosen memperkenalkan teknologi terumbu buatan berbahan substrat semen yang dirancang sebagai habitat bagi berbagai biota laut.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Tim Dospulkam IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) pada Sabtu, 12 September 2026, di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Sosialisasi tersebut berfokus pada pengenalan inovasi terumbu buatan berbahan substrat semen yang dapat digunakan sebagai media pembentukan koloni biota sesil dan biota kriptik.

Inovasi ini diperkenalkan sebagai salah satu solusi terhadap tantangan ekologis yang dihadapi perairan Desa Bondalem.

Berdasarkan hasil riset ilmiah, kawasan konservasi atau KKPD Bondalem sebenarnya memiliki kondisi tutupan karang hidup yang tergolong baik, yakni mencapai lebih dari 60 persen.

Baca Juga: Kuliner Jepang di Bogor Ini Punya Porsi Jumbo, Harga Mulai Rp19 Ribu dan Bersertifikat Halal

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada area pesisir bagian luar. Kawasan tersebut lebih banyak didominasi substrat berpasir atau sandy bottom serta pecahan karang atau rubble yang cenderung tidak stabil.

Kondisi tersebut diperparah oleh pengaruh arus dan limpasan sedimentasi dari daratan, terutama ketika memasuki musim hujan.

Situasi itu membuat larva karang alami atau planula mengalami kesulitan untuk menempel secara mandiri.

Dampaknya, ruang yang dapat menjadi tempat berlindung bagi biota kriptik maupun biota sesil juga menjadi terbatas.

Melalui penggunaan modul terumbu buatan berbahan semen, kondisi dasar perairan yang kurang stabil tersebut diharapkan dapat memiliki struktur habitat baru yang lebih kompleks.

Selain berfungsi mendukung pemulihan ekosistem, keberadaan terumbu buatan juga dinilai memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekowisata atau ecotourism di kawasan Bali Utara.

Struktur terumbu buatan yang ditempatkan pada area berpasir nantinya dapat membentuk titik penyelaman atau dive site baru dengan karakteristik bawah laut yang berbeda.

Kehadiran lokasi penyelaman tambahan tersebut berpotensi menjadi daya tarik baru bagi wisatawan maupun penyelam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Di sisi lain, keberadaan dive site baru juga dapat membantu mengurangi konsentrasi aktivitas penyelaman pada lokasi terumbu karang alami.

Baca Juga: Penumpang Kereta Api Bogor-Sukabumi Tembus 1,12 Juta, Naik 6 Persen

Dengan demikian, tekanan wisatawan atau diver stress terhadap kawasan karang yang sensitif dapat diminimalkan.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti sebanyak 25 anggota kelompok masyarakat lokal. Para peserta mengikuti pemaparan dan diskusi mengenai pemulihan ekosistem laut serta pemanfaatan inovasi terumbu buatan untuk mendukung konservasi perairan.

Tim Dospulkam IPB University dalam kegiatan tersebut dipimpin Dr. Ir. Nyoman Metta N. Natih, M.Si., dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.

Tim juga diperkuat Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., dan Nadya Cakasana, S.Kel., M.Si., yang merupakan dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan.

Selain itu, turut bergabung Dr. Inna Puspa Ayu, S.Pi., M.Si., dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.

IPB University Gandeng Bondalem Eco Dive

Dalam pelaksanaan program tersebut, IPB University juga membangun kolaborasi dengan Bondalem Eco Dive, kelompok masyarakat lokal yang selama ini aktif dalam upaya konservasi terumbu karang sekaligus pengembangan wisata bahari di Desa Bondalem, Buleleng, Bali.

Kolaborasi IPB University bersama Bondalem Eco Dive diarahkan pada transfer pengetahuan serta teknologi tepat guna mengenai pemanfaatan terumbu buatan berbahan substrat semen.

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengandalkan metode transplantasi karang yang selama ini telah dilakukan.

Mereka juga diperkenalkan dengan media berstruktur khusus atau crypto yang dirancang untuk menciptakan ruang habitat dan mendorong kolonisasi biota laut.

Struktur tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan habitat dasar perairan sekaligus meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lokal dalam mengelola dan menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan.

Baca Juga: Rafa Purnama Rilis “Jalan Kita Beda”, Lagu tentang Melepaskan dan Menghargai Kenangan

Tujuan Program Dospulkam IPB University 2026

Dr. Ir. Nyoman Metta N. Natih, M.Si., mengatakan program Dospulkam memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus tingkat adopsi inovasi di kalangan kelompok masyarakat pesisir.

Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut secara khusus diarahkan untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem terumbu karang.

“Kami berharap melalui pemanfaatan substrat semen sebagai media terumbu buatan, perairan lokal tidak hanya memiliki struktur habitat yang lebih stabil dan kompleks, tetapi juga mempunyai keanekaragaman biota laut serta nilai tambah ekotourism yang lebih baik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, inovasi terumbu buatan berbahan substrat semen yang diperkenalkan kepada masyarakat Bondalem bukan teknologi yang baru muncul tanpa melalui proses penelitian.

Teknologi tersebut merupakan hasil pengembangan penelitian terapan yang dilakukan akademisi IPB University dan telah menunjukkan hasil positif dalam mendorong kolonisasi serta penempelan biota sesil dan kriptik.

“Hasil penelitian tersebut kami bawa lebih dekat kepada masyarakat melalui kegiatan Dospulkam. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjembatani hasil penelitian di Perguruan Tinggi dengan kebutuhan dan praktik konservasi di tingkat masyarakat pesisir,” katanya.

FPIK IPB Dorong Hilirisasi Hasil Riset

Penerapan inovasi tersebut juga mendapatkan dukungan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.

Dekan FPIK IPB University, Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., mengatakan penerapan hasil penelitian secara langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan dan pelestarian laut Indonesia.

FPIK IPB University berkomitmen untuk tidak hanya melahirkan riset di atas kertas, tetapi juga mendorong hilirisasi inovasi yang dapat diadopsi langsung oleh masyarakat.

"Melalui penguatan teknologi substrat semen ini, kami berharap ekosistem pesisir Bondalem dapat pulih secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Beginer.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Motor Matic yang Cocok untuk Touring Jarak Jauh

Perkuat Edukasi Masyarakat Bondalem

Dalam sesi sosialisasi, tim Dospulkam IPB University memberikan pemahaman lebih mendalam kepada anggota Bondalem Eco Dive mengenai pengelolaan ekosistem laut.

Masyarakat setempat sebenarnya telah memiliki pengetahuan dasar mengenai konservasi perairan, salah satunya melalui aktivitas transplantasi karang.

Namun, pemahaman mengenai fungsi terumbu buatan dengan struktur khusus sebagai media pembentukan habitat baru bagi biota laut masih terus dikembangkan.

Karena itu, kegiatan sosialisasi dikemas melalui pemaparan dan diskusi interaktif agar masyarakat dapat memahami manfaat ekologis maupun teknis dari inovasi yang diperkenalkan.

Tim IPB University menjelaskan bahwa kompleksitas struktur terumbu buatan memiliki peran penting dalam mendorong penempelan biota sesil sekaligus menyediakan ruang perlindungan bagi biota kriptik.

Peserta juga diperkenalkan secara langsung dengan rancangan inovasi substrat semen berupa settlement plate dan rak.

Kedua media tersebut dirancang memiliki rongga dan permukaan bertekstur kasar sehingga lebih mendukung proses pertumbuhan serta kolonisasi berbagai biota laut.

Tidak hanya menjelaskan fungsi, tim juga memberikan pemaparan teknis mengenai proses pembuatan modul.

Materi tersebut mencakup tahapan pencampuran semen dan pasir, metode pencetakan modul, hingga proses pengondisian struktur sebelum nantinya ditempatkan di dasar perairan.

Sosialisasi ini menjadi tahapan awal dari rencana pemulihan ekosistem laut di Desa Bondalem secara berkelanjutan.

Baca Juga: Jackson Wang Rilis Lagu Thank You, Persembahkan Karya untuk Penggemar dan Orang Terdekat

Setelah proses persiapan modul terumbu buatan rampung, struktur tersebut akan ditempatkan di dasar perairan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.

Tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan monitoring secara berkala untuk melihat perkembangan rekrutmen biota laut pada struktur buatan tersebut.

Pemantauan juga diperlukan untuk memastikan penerapan inovasi tersebut memberikan manfaat bagi pemulihan ekosistem sekaligus dapat dirasakan oleh masyarakat lokal dalam jangka panjang. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Dospulkam bali ipb university