100 Persen Lulus Sertifikasi, Mau Dikemanakan Puluhan Ribu Manajer Kopdes Ini?

Khairunnisa RB • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 09:44 WIB
Ilustrasi. Koperasi Desa Merah Putih. Foto: Laman Pemkab Kutai Timur
Ilustrasi. Koperasi Desa Merah Putih. Foto: Laman Pemkab Kutai Timur

RADAR BOGOR - Persiapan sumber daya manusia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah mencapai angka puluhan ribu.

Data resmi Talenta Koperasi Indonesia yang diperbarui pada 14 September 2026 mencatat 28.624 manajer KDKMP dalam data baku hasil audit.

Yang menarik, jumlah sertifikat yang telah diterbitkan juga mencapai 28.624 sertifikat atau 100 persen dari peserta baku.

Baca Juga: Jazz di Kebun 2026 Siap Guncang Kebun Raya Bogor, Ada Tulus hingga Mocca

Angka tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam persiapan operasional KDKMP.

Program pelatihan sendiri dilaksanakan dalam skala besar.

Data Talenta Koperasi mencatat terdapat 409 kelas pelatihan, 60 Talenta Hub dan 15 wilayah koordinasi PPTK.

Uji kompetensi juga menunjukkan tingkat partisipasi tinggi.

Baca Juga: Jangan Oles Oli Bekas ke Rantai Motor! Ini Bahayanya dan Cara Merawat Rantai Saat Musim Hujan

Sebanyak 28.522 peserta telah mengikuti pre-test, sedangkan 28.554 peserta telah mengikuti post-test.

Namun, pertanyaan yang kemudian muncul bukan lagi berapa banyak peserta yang mendapatkan sertifikat.

Pertanyaannya adalah: apa yang akan mereka lakukan setelah selesai mengikuti pelatihan?

Baca Juga: Hidden Gem di Hambalang! De Boekit Coffee Tawarkan Kulineran dengan View Pegunungan Bogor

Jawabannya berkaitan dengan tahap operasional KDKMP.

Kementerian Koperasi sebelumnya menyebut bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk menyiapkan calon manajer agar mampu mengelola KDKMP secara profesional. 

Materinya mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill dan kepemimpinan.

Baca Juga: Bansos KLJ Cair September 2026, Cek Daftar Wilayah dan Nominal Saldo Masuk

Dengan demikian, sertifikasi merupakan bagian dari proses persiapan.

Setelah itu, kompetensi tersebut harus diterapkan dalam aktivitas nyata.

Manajer akan menghadapi kondisi yang mungkin berbeda antara satu desa dan desa lainnya.

Baca Juga: Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor Dunia, Rahmat Ditelepon Persiden Prabowo

Mereka perlu memetakan potensi lokal, mengetahui kebutuhan masyarakat dan menentukan strategi usaha.

Kementerian Koperasi secara khusus menekankan kemampuan analisis lapangan dan networking.

Artinya, teori yang diperoleh selama pelatihan harus diterjemahkan menjadi keputusan operasional.

Perkembangan KDKMP sendiri juga menunjukkan bahwa pemerintah mulai menggeser perhatian menuju operasionalisasi.

Baca Juga: Jumat Berkah di RSUD R Moh Noh Nur, Penunggu Pasien Dapat Makanan dari Bupati Bogor

Pada Mei 2026, pemerintah telah meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah secara simbolis.

Kemudian, Kementerian Koperasi pada Juni 2026 menyebut bahwa pemerintah sedang memperkuat aspek operasionalisasi KDKMP dan mendorong penyelesaian landasan hukum untuk mendukung tahap tersebut.

Dengan demikian, sertifikat yang telah diterbitkan bukanlah garis akhir.

Baca Juga: SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi Bogor Borong Juara di Gebyar Akuntansi Unida, Berikut Nama-namanya

Justru setelah pelatihan selesai, pekerjaan manajer memasuki tahap yang lebih konkret.

Mereka harus mengelola koperasi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang nyata.

Ada transaksi, stok, pemasok, anggota, konsumen, pencatatan keuangan dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Baca Juga: KPM Bansos PKH BPNT yang Lolos Sanggah, Cek Perubahan Status di SIKS-NG

Angka 28.624 sertifikat menunjukkan skala persiapan SDM.

Namun tahap berikutnya akan memperlihatkan bagaimana kompetensi tersebut digunakan untuk menjalankan koperasi di lapangan.***

Editor : Khairunnisa RB
Sumber : kementerian koperasi
manajer kopdes Koperasi Desa Merah Putih Kopdes Merah Putih