RADAR BOGOR - Persiapan menuju Poltekpin 2026 memasuki fase yang semakin serius.
Selain kemampuan akademik, peserta yang melanjutkan ke seleksi berikutnya perlu mempersiapkan kondisi fisik.
Poltekpin secara resmi mencantumkan tes kesamaptaan dalam rangkaian seleksi lanjutan.
Baca Juga: Kedai Jajan 735 di Lodaya Bogor, Tempat Nongkrong Homey dengan Velvet Chili Misoa
Materinya terdiri atas lari, pull-up, push-up, sit-up, dan shuttle run.
Jika diperhatikan, materi tersebut tidak menguji satu jenis kemampuan saja.
Lari membutuhkan daya tahan. Pull-up dan push-up membutuhkan kekuatan sekaligus daya tahan otot.
Baca Juga: Wiper Mobil Sering Berdecit? Kenali Keunggulan Wiper Silicone yang Lebih Awet
Sit-up berkaitan dengan kekuatan otot inti, sementara shuttle run menuntut kemampuan bergerak cepat dan mengubah arah.
Karena itu, peserta perlu menghindari pola latihan yang monoton.
Latihan fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Peserta pemula tidak perlu langsung melakukan latihan dengan volume tinggi. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Baca Juga: Museum Catur Indonesia Bekasi, Wisata Edukasi dengan Konsep Living Museum dan Papan Catur Raksasa
Pemanasan juga penting sebelum latihan. Begitu pula pendinginan setelah latihan.
Peserta yang mengalami nyeri atau keluhan fisik yang tidak biasa sebaiknya tidak memaksakan latihan.
Persiapan juga tidak berhenti pada latihan. Waktu tidur, asupan makanan, hidrasi, dan pemulihan memiliki peran dalam menjaga kondisi tubuh.
Baca Juga: Peluang ASN untuk Lulusan Ilmu Kebencanaan, Cek Posisi Incaran Jelang CPNS 2027
Di sisi lain, calon peserta perlu membedakan antara tes kesehatan dan tes kesamaptaan.
Portal Poltekpin mencantumkan keduanya sebagai tahapan berbeda.
Tes kesehatan disebut sebagai pemeriksaan fisik menyeluruh dengan predikat MS/TMS, sedangkan tes kesamaptaan mencakup materi olahraga yang telah ditentukan.
Baca Juga: Geely EX2 Pro Rp230 Jutaan Bikin Penasaran, Suspensi Multi-link dan Jarak Tempuh 395 Km Jadi Andalan
Pembedaan ini penting karena persiapan menghadapi kedua tahapan tersebut juga berbeda.
Tes kesehatan tidak seharusnya dipahami sebagai sesuatu yang dapat "dilatih" hanya dalam beberapa hari.
Peserta lebih baik menjaga kondisi tubuh secara umum sejak jauh sebelum pemeriksaan.
Baca Juga: Gaji Tembus Rp50 Juta? Intip Insentif Menggiurkan untuk Dokter Spesialis di Desa
Sementara tes kesamaptaan membutuhkan latihan kemampuan fisik spesifik.
Pada akhirnya, peserta harus mengacu pada dokumen resmi terbaru.
Jangan membuat keputusan latihan hanya berdasarkan pengalaman seleksi tahun sebelumnya karena ketentuan dapat berubah.
Baca Juga: Menang Jadi Harga Mati! Ini Skenario Timnas Indonesia Lolos ke Final ASEAN Cup 2026
Poltekpin sendiri merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan kedinasan di bidang hukum di bawah Kementerian Hukum.
Pada 2026, pemerintah membuka 250 formasi Poltekpin dalam skema penerimaan Sekolah Kedinasan nasional.
Dengan adanya persaingan untuk mendapatkan kursi tersebut, peserta tentu perlu mempersiapkan setiap tahapan secara serius.
Namun persiapan tetap harus dilakukan sesuai ketentuan resmi dan kemampuan masing-masing.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : POLTEKPIN – Portal Seleksi 2026