RADAR BOGOR - Pendaftaran CPNS 2027 rencananya akan mulai berjalan pada awal tahun 2027 mendatang. Sebelum bertarung dengan kandidat lainnya perlu persiapan matang.
Bagaimanapun juga 3 sampai 4 bulan akan banyak yang mendaftar CPNS 2027, mulai dari mereka dengan pengalaman mumpuni seperti PPPK penuh waktu hingga fresh graduate.
Sederet persiapan mutlak diperlukan untuk bisa terus lolos dalam setiap tahapan yang tersedia dalam rangkaian seleksi CPNS 2027. Lantas, apa sajakah itu? Simak ulasan singkatnya di sini.
Baca Juga: Jangan Asal Latihan, Hindari 5 Kebiasaan Ini agar Lolos Tes Kesamaptaan Poltekpin
Deretan Persiapan Seleksi CPNS 2027
Pembukaan seleksi CPNS 2027 rencananya akan dibuka awal tahun depan, jadi siapa saja yang berminat masih memiliki waktu 3 sampai 4 bulan lagi untuk mempersiapkan segalanya.
Apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut penjabaran singkatnya yang dilansir dari TikTok Berrel ini:
Baca Juga: Perpres 82/2026 Diteken, Begini Nasib Hukum dan Status Resmi Manajer Kopdes
-
Persiapan Administrasi
Pastikan semua data administrasi kalian sudah sinkron, mulai dari KTP, ijazah, Kartu Keluarga (KK). Itu semua harus sama serta siapkan berkas-berkas pendukung lainnya beserta sertifikat-sertifikat yang dipersyaratkan instansi tujuan kalian.
-
Mulai Mencicil Belajar SKD
Baca Juga: Sisa Pangan di Kota Bogor Capai 113 Ton per Hari, KRKP Dorong Sistem Pangan Berkelanjutan
Persiapan selanjutnya mulai perlahan belajar SKD karena tahap ini termasuk paling penting, karena nantinya di tahap tersebut akan menyingkirkan puluhan, ratusan bahkan ribuan hingga nanti menyisakan tiga jumlah formasi saja untuk melanjutkan ke tahap SKB.
Banyak banget peserta seleksi CPNS gagal pada tahap SKD ini, karena persiapan belum matang atau waktu mempersiapkannya sangat mepet.
Bahkan, bisa juga sudah mempersiapkan matang tetapi yang keluar sangat berbeda dengan yang dipelajari. Karena kisi-kisi yang dipelajari berbeda dengan soal dikeluarkan Pemerintah, sesuai standar Kemenpan RB Nomor 321 Tahun 2024.
Baca Juga: Info Bansos Akhir September 2026: SP2D PKH dan BPNT Cair, Beras 30 Kg dan YAPI
Apa Itu SKD?
SKD mempunyai kedudukan penting saat seleksi CPNS 2027, bagi pelamar fresh graduate umumnya awam dengan istilah tersebut.
Dalam hal ini SKD sebagai tonggak awal keberhasilan seseorang saat proses seleksi berlangsung. Melansir informasi dari berbagai sumber, istilah tersebut merupakan singkatan dari Seleksi Kompetensi Dasar.
Baca Juga: Awas Gagal Paham, Intip Tugas Utama Manajer Koperasi Desa yang Kian Disorot
Tes tersebut merupakan tahap pertama yang wajib diikuti semua peserta CPNS maupun sekolah kedinasan, biasanya berlangsung setelah pelamar lolos administrasi.
Tujuan tes tidak lain untuk mengukur kemampuan, karakteristik hingga wawasan dasar seorang pelamar. Di sana dapat diukur apakah layak menduduki posisi sebagai ASN.
Tipe Materi Ujian SKD
Baca Juga: World Alzheimer Month, RUKUN Senior Care dan ALZI Bogor Ajak Masyarakat Kenali Demensia
Tes SKD umumnya memakai sistem CAT atau Computer Assisted Test yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Total pertanyaan 110 dengan waktu pengerjaan 100 menit.
Ada tiga jenis materi yang biasanya diujikan saat SKD antara lain:
-
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)
Baca Juga: Jarang Dilirik tapi Menjanjikan, Peluang Emas Lulusan Peternakan dan Perikanan di CPNS
Ujiannya ada 30 soal tentang bab tertentu seperti pengetahuan terkait nasionalisme, integritas, bela negara, pilar bangsa (pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika) hingga bahasa Indonesia.
-
TIU (Tes Intelegensi Umum)
Ujian terdiri 35 soal tentang analogi, silogisme, berhitung, deret angka, logika gambar.
Baca Juga: Mau Jadi Dokter ASN? Intip Titik Penempatan Terpencil yang Paling Diburu Ini
-
TKP (Tes Karakteristik Pribadi)
Soal yang diujikan berjumlah 45 umumnya tentang materi pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi, profesionalisme, anti radikalisme.
Sementara itu, SKD mempunyai ketentuan penilaian tersendiri. TWK dan TIU saat jawaban benar nilai 5, jika salah maka skornya 0. Kalau TKP pakai prinsip tidak ada jawaban salah, bobot penilaian 1 sampai 5.***
Editor : Mera Puspita SariSumber : Berbagai Sumber