RADAR BOGOR - Pemerintah terus mempercepat pemetaan kompetensi dan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Salah satu langkah yang tengah dilakukan Badan Kepegawaian Negara (BKN) adalah pelaksanaan Profiling ASN atau ProASN secara nasional.
BKN menargetkan sebanyak 600.000 ASN mengikuti profiling hingga Desember 2026.
Baca Juga: Solusi Krisis Medis: Dokter ASN di Daerah Terpencil Bakal Dapat Fasilitas Ini?
Program tersebut dirancang untuk membangun basis data profil ASN yang lebih komprehensif.
Profiling menjadi penting karena jumlah ASN Indonesia terus bertambah.
Berdasarkan data BKN per September 2026, jumlah ASN telah mencapai sekitar 6,7 juta orang.
Baca Juga: Info Bansos Terbaru: Bonus PKH Plus Rp500 Ribu dan BLT Dana Desa Rp900 Ribu Cair
Dengan jumlah sebesar itu, pemerintah membutuhkan sistem yang mampu menggambarkan kemampuan setiap pegawai secara lebih terukur.
Pengelolaan ASN tidak cukup hanya berdasarkan jumlah pegawai, pangkat, maupun jabatan.
Melalui ProASN, BKN mengukur empat dimensi utama, yaitu kompetensi manajerial dan sosial kultural, potensi, literasi digital, serta preferensi karier.
Baca Juga: Resep Bakso Aci Tulang Rangu, Kenyal Krenyes dengan Chili Oil Segar Tanpa Kecap
Keempat aspek tersebut kemudian digunakan untuk membangun gambaran profil ASN.
Hasil profiling nantinya dapat digunakan sebagai salah satu basis bagi pimpinan instansi dalam menentukan pengembangan kompetensi, perencanaan karier, dan pengelolaan talenta.
Dengan demikian, seorang ASN tidak hanya dilihat berdasarkan jabatan yang sedang didudukinya, tetapi juga potensi dan kompetensi yang dimiliki.
Baca Juga: Wisata Literasi Kwitang, Surga Buku Bekas yang Masih Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
BKN juga menegaskan bahwa pelaksanaan profiling tidak boleh sekadar mengejar jumlah peserta.
Wakil Kepala BKN Suharmen meminta agar kualitas dan integritas pelaksanaan tetap menjadi perhatian.
BKN menilai data hasil profiling akan semakin penting ketika instansi mulai menerapkan manajemen talenta.
Baca Juga: Kadesnya Jadi Tersangka Penipuan Tanah, Desa Nagrak Bogor Dipimpin Plh
Manajemen talenta membutuhkan informasi yang akurat mengenai kompetensi, potensi, serta rekam jejak ASN.
Tanpa data yang memadai, proses pengembangan talenta akan sulit dilakukan secara optimal.
Rangkaian asesmen ProASN sendiri berlangsung sekitar 180 menit dan tidak dipungut biaya.
Baca Juga: Dosen ASN Wajib Tahu, PermenPANRB Ini Rombak Sistem Karier Akademik
Program tersebut menjadi salah satu bagian dari transformasi manajemen ASN yang semakin mengarah pada pengambilan keputusan berbasis data.
Jika target 600 ribu peserta tercapai hingga akhir 2026, pemerintah akan memiliki tambahan basis data profil ASN dalam skala besar untuk mendukung kebijakan pengembangan SDM aparatur.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : bkn.go.id