RADAR BOGOR - Komjen Pol, Suyudi Ario Seto membawa isu reformasi Polri ke hadapan Komisi III DPR RI.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Kamis (1/10/2026), ia menilai pembenahan institusi perlu terus dilanjutkan dengan melihat kekurangan secara terbuka.
Suyudi menyinggung, keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 122/P Tahun 2025.
Komisi tersebut dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 7 November 2025 untuk mendorong percepatan reformasi di tubuh kepolisian.
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Masih Cair Awal Oktober 2026? Cek Rincian Saldo Masuk KKS
Menurut Suyudi, pembentukan komisi itu menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan pembenahan Polri.
Ia menegaskan, reformasi tidak semestinya dimaknai sebagai upaya untuk melemahkan institusi kepolisian.
“Pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri melalui Keputusan Presiden Nomor 122/P Tahun 2025 merupakan momentum penting untuk mempercepat pembenahan,” kata Suyudi dalam uji kelayakan di hadapan Komisi III DPR RI.
Bukan untuk melemahkan Polri
Suyudi menilai, proses reformasi justru diarahkan untuk memperkuat sejumlah aspek penting dalam tubuh Polri.
Mulai dari profesionalisme, akuntabilitas hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang semakin dekat antara kepolisian dan masyarakat.
“Tujuannya bukan melemahkan Polri, melainkan memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, kualitas pelayanan, serta kedekatan Polri dengan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan itu, menjadi bagian dari pemaparan Suyudi saat menjalani rangkaian uji kelayakan calon Kapolri.
Ia sekaligus menyampaikan, gambaran mengenai arah pembenahan yang ingin dilanjutkan apabila mendapat amanah memimpin Polri.
Suyudi ingin berani melihat kekurangan
Bagi Suyudi, melanjutkan reformasi membutuhkan keberanian untuk melihat kondisi institusi secara apa adanya.
Kekurangan yang masih ditemukan, menurut dia, perlu menjadi bahan untuk melakukan perbaikan.
Baca Juga: Boneka Uci Bandung Diangkat ke Layar Lebar, The Doll Ghawiah Siap Teror Bioskop IMAX
Di sisi lain, berbagai capaian yang sudah dibangun selama kepemimpinan para pendahulu juga tidak ingin ditinggalkan.
Ia menyatakan, akan berupaya menjaga sekaligus memperluas capaian tersebut.
“Karena itu, apabila memperoleh amanah, saya ingin melanjutkan pembenahan dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu,” tutur Suyudi. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti