Rekam Jejak Ketua Wantimpres Pratikno, dari UGM hingga Menko

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 18:05 WIB
Ketua Wantimpres, Pratikno
Ketua Wantimpres, Pratikno

RADAR BOGOR - Pratikno kembali dipercaya menempati posisi penting di pemerintahan.

Pada Jumat (2/10/2026), ia dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Penunjukan tersebut, membawa Pratikno kembali ke lingkar pemerintahan setelah sebelumnya dikenal luas sebagai Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebelum terjun ke pemerintahan, Pratikno lebih dulu membangun karier panjang di dunia akademik.

Baca Juga: Persiapan CPNS 2027: Cek Prediksi Passing Grade TWK, TIU, dan TKP

Ia merupakan guru besar ilmu politik Universitas Gadjah Mada (UGM), dan pernah dipercaya memimpin kampus tersebut sebagai rektor.

Kini, pengalaman akademik dan birokrasi yang dimilikinya menjadi bagian dari perjalanan baru Pratikno sebagai Ketua Wantimpres.

Dari Bojonegoro hingga UGM

Pratikno lahir pada 13 Februari 1962. Ia menghabiskan masa pendidikan dasar hingga menengah di Bojonegoro, Jawa Timur.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1980, Pratikno melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada.

Ia mengambil bidang Ilmu Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dan meraih gelar sarjana pada 1985.

Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke luar negeri. Pratikno memperoleh gelar Master of Social Science (M.Soc.Sc.) dalam bidang Administrasi Pembangunan dari Birmingham University, Inggris, pada 1991.

Ia kemudian menempuh pendidikan doktoral ilmu politik di Flinders University, Australia. Gelar doktor diraihnya pada 1997.

Karier akademiknya mencapai salah satu tonggak penting ketika Pratikno dikukuhkan sebagai guru besar ilmu politik UGM pada Desember 2008.

Karier Akademik yang Panjang

Pratikno mulai mengajar di FISIPOL UGM pada 1986.

Selain mengajar, ia aktif dalam berbagai program kerja sama antara UGM dan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.

Pengalaman tersebut membawanya terlibat dalam kerja sama akademik dengan sejumlah universitas di Asia, Australia, Eropa, hingga Inggris.

Di lingkungan UGM, Pratikno juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan struktural.

Ia pernah menjadi Wakil Dekan Bidang Akademik FISIPOL pada 2001-2004.

Ia kemudian memimpin Program Studi Pascasarjana Politik Lokal dan Otonomi Daerah pada 2003-2008.

Setelah itu, Pratikno terpilih menjadi Dekan FISIPOL UGM untuk periode 2008-2012.

Puncak karier akademiknya saat itu terjadi ketika ia dipercaya menjadi Rektor UGM untuk masa jabatan 2012-2017.

Namun, masa kepemimpinannya sebagai rektor tidak berlangsung hingga akhir periode.

Pada 2014, Pratikno meninggalkan jabatan tersebut setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Masuk Pemerintahan dan Menjadi Mensesneg

Sebelum menjadi menteri, Pratikno telah lebih dulu terlibat dalam pemerintahan.

Pada 2006-2007, ia menjadi anggota tim ahli di Departemen Dalam Negeri dalam bidang hukum, sosial politik, dan otonomi daerah.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar! Ini Beda Filter Udara Mesin dan Filter AC Mobil, Lengkap dengan Tanda Harus

Perannya kemudian berlanjut sebagai anggota tim ahli yang menangani konsepsi penyelenggaraan pemerintahan daerah pada 2007-2012.

Pada 2014, Presiden Joko Widodo memilih Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Ia kembali dipercaya menduduki posisi tersebut pada periode pemerintahan berikutnya.

Selama menjadi Mensesneg, Pratikno berada di antara pejabat yang banyak menangani urusan administrasi kenegaraan dan komunikasi pemerintahan di lingkungan Istana.

Ia juga kerap mendampingi Presiden dalam berbagai agenda kenegaraan, termasuk pertemuan dengan delegasi maupun pejabat dari lembaga internasional.

Salah satu momen yang cukup mendapat perhatian terjadi pada awal 2015 ketika muncul polemik pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Setelah Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Pratikno menyampaikan sikap Presiden terkait perubahan calon Kapolri.

Dalam perkembangan berikutnya, Presiden Joko Widodo mengajukan Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri.

Kembali ke Pemerintahan sebagai Ketua Wantimpres

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Menko PMK pada pemerintahan Presiden Prabowo, Pratikno kini kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengisi posisi strategis.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Pratikno dilantik sebagai Ketua Wantimpres bersama 25 anggota lainnya.

Wantimpres merupakan lembaga yang berada di bawah Presiden dan memiliki tugas memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Kepala Negara.

Baca Juga: Ganti Oli Mobil Sebaiknya Ikut KM atau Bulan? Ini Patokan yang Paling Aman

Dengan pengalaman panjang di dunia akademik dan pemerintahan, Pratikno kini memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya.

Posisinya sebagai Ketua Wantimpres membuatnya kembali berada di lingkungan strategis pemerintahan, kali ini dengan peran memberikan pertimbangan kepada Presiden Prabowo.

Pernah Raih Bintang Mahaputera

Selain perjalanan akademik dan pemerintahan, Pratikno juga tercatat menerima penghargaan negara.

Ia dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana atas pengabdiannya kepada negara.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan panjang Pratikno, yang dimulai dari dunia pendidikan, berlanjut ke birokrasi pemerintahan, hingga akhirnya dipercaya memimpin Wantimpres.

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor pratikno wantimpres presiden prabowo subianto