RADAR BOGOR - Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah mempercepat program profiling terhadap ratusan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia.
Bukan sekadar kegiatan asesmen biasa, program tersebut disiapkan untuk membangun basis data talenta ASN yang nantinya dapat digunakan dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier hingga penerapan manajemen talenta.
BKN menargetkan sebanyak 600.000 ASN mengikuti profiling hingga akhir 2026.
Baca Juga: Ngaku Ditipu, Pria Diduga Aniaya hingga Borgol Pegawai BRILink di Klapanunggal Bogor
Program tersebut diberikan secara gratis bagi ASN dari berbagai instansi pemerintah.
Target besar tersebut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan ASN yang semakin diarahkan berbasis data.
BKN ingin agar potensi dan kompetensi pegawai tidak hanya tersimpan sebagai data administrasi, tetapi dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pengembangan karier dan organisasi.
Baca Juga: Muhammad Qodari Jadi Sekretaris Wantimpres, dari Peneliti Politik hingga Masuk Lingkungan Istana
Kepala BKN Prof. Zudan mengatakan profiling diperlukan untuk mengetahui kemampuan dan potensi ASN secara lebih komprehensif.
Menurutnya, hasil profiling dapat membantu instansi dalam menempatkan dan mengembangkan ASN sesuai kebutuhan organisasi.
Bukan Sekadar Mengejar Jumlah Peserta
Baca Juga: Motor Listrik VinFast Mulai Dirakit di Subang 2027, Bakal Jadi Lebih Murah?
Program profiling ASN sebenarnya bukan hanya persoalan mengejar angka 600 ribu peserta. BKN menekankan pentingnya kualitas data yang dihasilkan.
Wakil Kepala BKN Suharmen sebelumnya mengingatkan seluruh kantor regional dan unit pelaksana teknis BKN agar percepatan profiling tidak mengorbankan kualitas dan integritas pelaksanaan.
Hal tersebut menjadi penting karena hasil profiling nantinya akan digunakan sebagai salah satu basis pengelolaan talenta ASN.
Baca Juga: Ndarboy dan Happy Asmara Debut di Layar Lebar, Film Cidro Asmoro Tayang 8 Oktober
Dengan kata lain, data yang dihasilkan dari profiling harus memiliki standar yang jelas sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan manajemen ASN dalam jangka panjang.
BKN bahkan meminta setiap wilayah memastikan kuota profiling dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Suharmen, akan menjadi persoalan apabila sebuah instansi ingin menerapkan manajemen talenta, tetapi tidak memiliki data profil ASN yang memadai.
Baca Juga: Akhirnya BSU Pekerja Rp900 Ribu Cair Lagi Per 2 Oktober 2026, Cek 6 Bantuan Lainnya
Apa Saja yang Dipetakan?
Profiling ASN diarahkan untuk memberikan gambaran lebih lengkap mengenai aparatur.
Data yang dikumpulkan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis.
BKN menyebut profiling dapat memetakan sejumlah aspek, mulai dari potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier hingga literasi digital ASN.
Baca Juga: BRI Luncurkan BRImo Junior, Dukung Literasi Keuangan Generasi Muda Sejak Dini
Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk membantu instansi memahami kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki.
Misalnya, ketika sebuah organisasi membutuhkan ASN dengan kompetensi tertentu untuk menduduki posisi strategis, data profiling dapat menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk melihat kandidat yang memiliki kesesuaian.
Pendekatan ini juga berkaitan erat dengan pengembangan sistem merit dan manajemen talenta.
Baca Juga: Kiprah Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa, Pernah Jadi Menteri hingga Pasangan Prabowo di Pilpres
Pekanbaru Sudah Profiling 1.509 ASN
Salah satu contoh penerapan program tersebut terlihat di Pemerintah Kota Pekanbaru.
Dalam program 2026, sebanyak 1.255 ASN Pemkot Pekanbaru mengikuti profiling. Sebelumnya, pada 2025, terdapat 963 ASN yang mengikuti asesmen melalui CACT dan PRO-ASN.
Jika digabungkan, BKN mencatat sebanyak 1.509 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru telah mengikuti profiling.
Baca Juga: Saldo KKS Bertambah Lagi, Bansos BPNT Rp600 Ribu dan PKH Rp1,8 Juta
Bagi pemerintah daerah, data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan sumber daya manusia aparatur yang tersedia.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menyebut profiling bukan ditujukan sebagai instrumen pemberian sanksi.
Profiling digunakan untuk melakukan evaluasi dan memetakan potensi ASN.
Hasil Profiling Masuk ke Talent Pool
Baca Juga: Toyota Fortuner 2027 Mulai Terungkap, Wajah Baru Mirip Hilux dan 9 Kode Varian Muncul di Indonesia
Salah satu hal yang membuat program ini menarik adalah rencana pemanfaatan hasil profiling.
BKN menyebut hasil profiling nantinya menjadi bagian dari pemetaan ASN ke dalam talent pool berdasarkan potensi dan kinerja.
ASN juga dapat mengetahui hasil profiling melalui BKPSDM maupun aplikasi ASN Digital.
Baca Juga: Bukan Cuma Pranata Komputer, Ini Daftar Formasi CPNS untuk Lulusan S1 Teknik Informatika
Jika diterapkan secara konsisten, sistem ini dapat mengubah cara instansi pemerintah melihat data pegawai.
Data kepegawaian tidak lagi hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi dapat digunakan untuk mendukung keputusan terkait pengembangan sumber daya manusia.
Program ini juga berkaitan dengan target BKN membangun manajemen talenta ASN secara lebih luas.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertukar! Ini Beda Filter Udara Mesin dan Filter AC Mobil, Lengkap dengan Tanda Harus
Hingga September 2026, BKN mencatat 643 instansi pemerintah telah berada dalam tahap pembangunan dan penerapan manajemen talenta.
Dengan demikian, profiling 600 ribu ASN menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang lebih besar.
Menuju Pengelolaan ASN Berbasis Data
Baca Juga: Persiapan CPNS 2027: Cek Prediksi Passing Grade TWK, TIU, dan TKP
Jumlah ASN nasional yang mencapai sekitar 6,7 juta orang membuat pengelolaan sumber daya manusia pemerintah membutuhkan sistem yang semakin terintegrasi.
BKN menyatakan digitalisasi, sistem merit dan manajemen talenta menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
Melalui ASN Digital, BKN juga tengah mengembangkan ekosistem yang memungkinkan data kepegawaian dan data talenta digunakan secara lebih optimal.
Baca Juga: Status KPM Exclude Berubah di SIKS-NG, Ini Tahapan Bansos PKH BPNT Berikutnya
Pada Agustus 2026, BKN menyampaikan bahwa data ASN Digital bahkan diarahkan untuk mendukung pemanfaatan teknologi AI dalam membaca data kompetensi, pengalaman, pendidikan dan potensi ASN.
Artinya, program profiling 600 ribu ASN bukan berdiri sendiri.
Program tersebut menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar dalam pengelolaan ASN, dari pendekatan administratif menuju pengelolaan sumber daya manusia berbasis data.***
Editor : Khairunnisa RBSumber : bkn.go.id